WJES 2025: Sinergi BI Jabar dan ISEI Perkuat Transformasi Ekonomi Jawa Barat yang Berkelanjutan

Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat (BI Jabar) bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bandung Koordinator Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menggelar Seminar Nasional West Java Economic Society (WJES) 2025 di Kota Bandung.

Nov 11, 2025 12:38 · 11 bulan lalu
WJES 2025: Sinergi BI Jabar dan ISEI Perkuat Transformasi Ekonomi Jawa Barat yang Berkelanjutan
WJES 2025: Sinergi BI Jabar dan ISEI Perkuat Transformasi Ekonomi Jawa Barat yang Berkelanjutan

INFOBAIK I BANDUNG — Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat (BI Jabar) bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bandung Koordinator Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menggelar Seminar Nasional West Java Economic Society (WJES) 2025 di Kota Bandung.

Kegiatan ini menjadi puncak forum ekonomi tahunan yang menghimpun gagasan strategis dari akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan untuk memperkuat stabilitas dan mendorong transformasi ekonomi daerah menuju pertumbuhan yang merata dan berkelanjutan.

Dengan mengusung tema “Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Daerah untuk Mendorong Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan”, WJES 2025 mempertegas peran Jawa Barat sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi nasional yang tangguh menghadapi dinamika global.

Kepala Perwakilan BI Jabar, Muhamad Nur, menegaskan bahwa WJES merupakan bentuk komitmen nyata Bank Indonesia dalam memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus mendorong inovasi berbasis potensi lokal.

 “WJES menjadi platform strategis untuk menyatukan pandangan dan menyusun rekomendasi kebijakan konkret bagi kemajuan ekonomi Jawa Barat,” ujarnya, Senin (10/11/2025) 

Sejak diinisiasi pada 2020, WJES terus berkembang menjadi gerakan intelektual dan kolaboratif. Tahun ini, rangkaian kegiatan dimulai dengan Kick Off Event pada Mei 2025, dilanjutkan sarasehan ekonomi daerah di Tasikmalaya, Cirebon, Karawang, dan Sukabumi.

Melalui program Call for Recommendative Papers (CFRP), WJES 2025 juga membuka ruang partisipasi publik dari kalangan akademisi dan peneliti. Dari 348 abstrak yang masuk, terpilih 22 full paper terbaik dan 8 best paper yang dibukukan dalam “Buku Rekomendasi Kebijakan WJES 2025”. Buku ini diserahkan langsung kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai masukan strategis untuk perumusan kebijakan ekonomi daerah.

Seminar ini menghadirkan narasumber lintas sektor, di antaranya Medrilzam M. Prof.Econ, Ph.D. (Sekretaris Deputi Bidang Pembangunan Wilayah Bappenas RI), Prof. Suhono Supangkat (Director Center for Smart City and Community Innovation ITB), dan Helmy Yahya (Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana).

Diskusi menyoroti berbagai topik penting seperti hilirisasi industri, stabilitas harga pangan, investasi, serta percepatan digitalisasi ekonomi daerah sebagai fondasi transformasi menuju Jawa Barat yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Menurut BI, perekonomian Jawa Barat pada triwulan III 2025 tumbuh 5,20% (yoy), lebih tinggi dibandingkan nasional (5,04%). Pertumbuhan ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, serta kinerja positif sektor industri pengolahan dan perdagangan. Prospek ekonomi Jabar ke depan diperkirakan tumbuh 4,5%–5,3% (yoy), dengan peluang akselerasi melalui penguatan konektivitas, ekonomi hijau, dan pengembangan kawasan industri serta ekonomi kreatif.

Melalui rekomendasi kebijakan yang dihasilkan, WJES 2025 menekankan pentingnya penguatan daya beli masyarakat, percepatan investasi, diversifikasi ekspor, dan stabilitas harga pangan. Kolaborasi antardaerah, pembiayaan inklusif, dan transformasi digital menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

 “WJES bukan sekadar forum diskusi, tapi wadah kolaborasi nyata untuk mewujudkan Jawa Barat yang tumbuh cepat, merata, dan berkelanjutan,” tutup Muhamad Nur.

Dengan semangat sinergi dan inovasi, West Java Economic Society 2025 diharapkan menjadi tonggak penting lahirnya rekomendasi kebijakan yang implementatif dan berdampak nyata bagi pembangunan ekonomi Jawa Barat dan Indonesia di masa depan.