2.850 Botol Plastik Disulap Jadi Perahu Tank

Petugas UPS Badan Air Cilincing menyulap 2.850 botol plastik bekas menjadi perahu berbentuk tank.

Oct 12, 2026 16:00 · 3 hari lalu
2.850 Botol Plastik Disulap Jadi Perahu Tank
2.850 Botol Plastik Disulap Jadi Perahu Tank/ berita jakarta

INFOBAIK I JAKARTA – Sampah plastik yang mencemari lingkungan dapat memiliki nilai guna jika dikelola secara kreatif. Petugas Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, membuktikannya dengan merakit perahu berbentuk tank dari ribuan botol plastik bekas dan material anorganik lainnya.

Diberi nama Tank Hantu Kali Cilincing, perahu tersebut akan memeriahkan Festival Cinta Lingkungan (Cilung) 2026 di Danau Sunter pada 18 Oktober mendatang. Inovasi ini sekaligus menjadi sarana untuk mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan sampah menjadi barang yang memiliki nilai guna.

Pengawas UPS Badan Air Kecamatan Cilincing, Andre Pujianto, mengatakan perahu tersebut dibuat menggunakan 2.850 botol plastik bekas yang dikumpulkan dari kegiatan pembersihan kali dan bank sampah warga.

Selain botol plastik, proses pembuatannya memanfaatkan sejumlah material lain, seperti jeriken, kayu, bambu, ban bekas, dan besi.

"Melalui perahu ini, kami ingin menunjukkan bahwa sampah yang mencemari kali dapat diolah menjadi karya kreatif dan bermanfaat," ujar Andre, kepada berita jakarta, Minggu (11/10/2026).

BACA JUGA: Gapura HUT RI dari Galon Bekas di Purwakarta Curi Perhatian, Kreativitas Warga Ubah Limbah Plastik Jadi Karya

Pengerjaan perahu dimulai pada Agustus 2026 dan rampung pada Sabtu (10/10/2026). Tim kreatif UPS Badan Air Kecamatan Cilincing mengerjakannya secara autodidak dengan memperhitungkan keseimbangan material agar perahu dapat mengapung secara stabil.

Perahu tersebut memiliki panjang tujuh meter, lebar tiga meter, dan tinggi dua meter. Dengan bobot sekitar 40 kilogram, kendaraan air ini dirancang menampung hingga 12 orang dan dilengkapi mesin motor tempel untuk mendukung pergerakannya.

Andre menjelaskan, keikutsertaan dalam Festival Cilung 2026 bukan sekadar untuk memperlihatkan bentuk perahu yang tidak biasa. Lebih dari itu, karya tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya mengurangi sampah dan mengoptimalkan pemanfaatan material yang masih dapat digunakan.

Menurut dia, petugas penanganan sampah tidak hanya bertugas membersihkan saluran air, tetapi juga dapat berkontribusi melalui inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Berpotensi Jadi Sarana Edukasi dan Wisata Air

Setelah festival berakhir, Tank Hantu Kali Cilincing direncanakan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan wisata air di kawasan Taman Matahari Nusakirana.

Masyarakat nantinya direncanakan dapat menaiki perahu tersebut secara gratis dengan membawa sampah anorganik, seperti botol plastik dan galon bekas, untuk diserahkan kepada petugas UPS Badan Air.

Skema tersebut diharapkan dapat mendorong keterlibatan warga dalam pengelolaan sampah melalui pendekatan yang lebih menarik dan mudah dijangkau.

Inovasi ini juga memperlihatkan bahwa pengelolaan sampah tidak selalu berhenti pada proses pengumpulan dan pengangkutan. Material yang masih dapat dimanfaatkan bisa diolah menjadi produk kreatif sekaligus media untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Salah seorang warga Rorotan, Dewi Sartika (28), mengapresiasi kreativitas petugas UPS Badan Air Cilincing yang memanfaatkan sampah anorganik untuk membuat perahu berbentuk tank.

Menurut dia, inovasi tersebut dapat menjadi contoh bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak berguna masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali.

"Keren dan kreatif. Sampah yang biasanya dibuang ternyata bisa diolah menjadi perahu yang menarik. Semoga inovasi seperti ini bisa menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli lingkungan," kata Dewi.