500 Motor Listrik Serbu Jatinangor! Pecahkan Rekor Nasional, Era BBM Tinggal Tunggu Waktu?
Rekor nasional tercipta di Jatinangor! 500 motor listrik Polytron melakukan pengisian daya serentak dan pecahkan Rekor MURI, didukung PLN dan komunitas PEVR. Era kendaraan listrik makin tak terbendung.
INFOBAIK I KAB SUMEDANG,- Suasana Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pecah oleh gelombang antusiasme pada 25 Oktober 2025. Lebih dari 500 motor listrik Polytron mengelilingi area acara dan melakukan pengisian daya secara serentak. Hasilnya? Rekor MURI resmi tercipta — “Pengisian Daya Motor Listrik Terbanyak dari Satu Merek.”
Bukan sekedar rekor. Bukan sekedar seremoni. Ini sinyal keras: era kendaraan berbahan bakar minyak benar-benar sedang terdesak!
Di balik pecahnya rekor tersebut, ada kolaborasi masif antara komunitas Polytron Electric Vehicle Riders (PEVR), industri kendaraan listrik nasional, dan PT PLN (Persero) yang kini tampil di lini depan untuk mempercepat ekosistem energi bersih.
PLN UID Jawa Barat menggelar puluhan unit EV Charger di lokasi acara untuk mendukung pengisian ratusan motor listrik tersebut. Hingga September 2025, PLN telah mengoperasikan 107 SPKLU roda dua dan 53 SPBKLU di berbagai wilayah Jawa Barat. Infrastruktur ini menjadi bahan bakar listrik utama masifnya pergerakan kendaraan di Indonesia.
Ketua PEVR Bandung Raya Chapter, Riky Arisandi, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
"Ini bukan cuma acara komunitas. Ini gerakan. Dukungan PLN sangat luar biasa. Cas di SPKLU aman, nyaman, dan bikin kami pede terus keliling," ujarnya.
Kepala Divisi Polytron EV, Ilman Fachrian Fadly, menyebut penggunaan motor listrik Polytron kini mencapai 40.000 unit dengan total jarak tempuh 350 juta kilometer — setara dengan penanaman 195.000 pohon.
Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan misi besar PLN:
“Percepatan kendaraan listrik bukan wacana. Ini gerakan bersama. Kami memastikan infrastrukturnya tumbuh cepat dan mudah diakses,” tegasnya.
Rekor nasional di Jatinangor ini menjadi halus bagi mereka yang masih meremehkan masa depan EV. Ketika 500 motor listrik saja bisa dibawa bersama, masih mau bilang kendaraan listrik itu “merepotkan”?
Pada akhirnya, momentum ini menunjukkan satu pesan telak:masa depan transportasi Indonesia bukan lagi soal besih tetapi soal keberanian beralih ke energi bersih.
