7 Tren Teknologi Terbaru di 2025
Tahun 2025 menjadi titik penting dalam perkembangan teknologi digital. Sejumlah inovasi baru diperkirakan akan mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan hidup.
INFOBAIK I BANDUNG - Tahun 2025 menjadi titik penting dalam perkembangan teknologi digital. Sejumlah inovasi baru diperkirakan akan mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan hidup.
Mulai dari agen AI, personalisasi berbasis AI, hingga kendaraan otomatis yang semakin canggih, dunia kini bergerak menuju masa depan yang lebih terintegrasi secara digital.
Mengutip tulisan seorang dosen ilmu bisnis dan manajemen di Keele University, Lewis Endlar setidaknya ada tren teknologi digital baru pada tahun ini.
Berikut ini adalah rinciannya, dikutip dari The Conversation
1. Munculnya Agen-agen AI
Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) membuat akan bermunculannya agen AI pada tahun 2025. Agen ini adalah program pintar yang diberikan tugas khusus oleh manusia dan mereka bekerja mencari cara terbaik untuk mencapainya.
Lewis menyebut, Agen AI dapat menulis kode komputer, yang berpotensi mengubah cara kerja perusahaan teknologi dan memungkinkan orang tanpa keahlian coding canggih untuk mengembangkan program, aplikasi, atau gim.
Pabrik mobil tanpa manusia menurut dia mungkin saja terjadi pada tahun 2025 karena maraknya penggunaan agen AI. Pabrik itu sepenuhnya dioperasikan oleh robot berbasis agen AI.
Kombinasi agen AI dengan robotik bisa menjadi semakin revolusioner. Salah satu kandidat terkemuka untuk mendukung agen teknologi AI ini adalah Optimus, robot humanoid yang dikembangkan oleh Tesla.
Pendiri Tesla, Elon Musk menyatakan bahwa perusahaan mobil listrik tersebut akan mulai menggunakan Optimus untuk tugas-tugas internal mulai tahun 2025. Bahkan, robot ini siap untuk dijual ke perusahaan lain pada tahun 2026.
Teknologi ini sangat cocok untuk tugas-tugas industri seperti proyek manajemen. Firma konsultan Gartner memperkirakan, pada tahun 2030, sekitar 80% tugas manajemen proyek akan dilaksanakan oleh AI.
2. Personalisasi dengan bantuan AI
AI juga akan menjadi tren yang membantu proses personalisasi pada tahun 2025. Kata Lewis, program studi bahkan bisa dirancang khusus untuk setiap siswa berdasarkan pengalaman, keterampilan, dan kemampuan mereka. Personalisasi pendidikan berbasis AI ini sudah mulai dieksplorasi di Amerika Serikat.
Padahal, pada mekanisme pendidikan tradisional, yang terjadi bagi anak murid biasanya harus mengikuti jalur studi linear dengan durasi yang telah ditentukan, mulai dari titik masuk hingga kelulusan yang berlangsung selama beberapa tahun.
Selain pendidikan, personalisasi berbasis AI akan diterapkan di berbagai sektor lain. Konsultan manajemen Accenture menunjukkan bahwa perusahaan swasta bisa melatih model bahasa besar (large bahasa model)-teknologi di balik chatbot AI seperti ChatGPT-mereka sendiri.
Model ini dapat diolah dengan data yang spesifik untuk area bisnis tertentu untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Namun, perusahaan-perusahaan ini harus menggunakan data miliaran.
Sebagai alternatif, model bahasa kecil atau model bahasa kecil (SLMs) juga sedang dikembangkan untuk melakukan tugas-tugas spesifik dengan lebih efisien.
Model ini tidak memerlukan pelatihan data sebesar model besar dan membutuhkan daya komputasi yang lebih rendah. Artinya, model ini dapat digunakan dengan lebih mudah pada perangkat "edge" seperti ponsel pintar, tablet, dan laptop, tanpa bergantung pada sumber daya komputasi awan.
3. Komputer letak yang praktis bikin marak
Mekanisme komputer berpose yang menggunakan mekanika untuk memproses informasi akan semakin marak penggunaannya pada tahun ini.
Menurut Lewis fokus para peneliti saat ini telah beralih dari upaya memecahkan rekor jumlah unit pemrosesan dasar, yang disebut qubit, menuju ke arah pengoreksian kesalahan-saat ini sering terjadi pada komputer memanjang.
Adapun langkah ini merupakan sebuah kemajuan menuju komputer yang praktis dan memiliki keunggulan nyata dibandingkan mesin klasik.
4. Semakin menyatunya dunia fisik dan virtual
Teknologi seperti augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan mixed reality (MR) akan semakin banyak digunakan di tahun ini.
Virtual reality (VR) memungkinkan pengguna masuk ke dunia yang sepenuhnya diciptakan oleh komputer. Augmented reality (AR) menghadirkan elemen-elemen digital yang melengkapi dunia nyata dengan tetap mempertahankan visibilitas lingkungan sekitar.
Sementara itu, mixed reality (MR) merupakan perpaduan antara keduanya, menghasilkan “paduan” antara dunia fisik dan virtual.
Saat ini, sudah ada beberapa perangkat head-mounted devices (HMDs) yang dapat mendukung teknologi ini. Beberapa di antaranya adalah Apple's Vision Pro dan headset Meta Quest.
Pada tahun 2025, kita mungkin akan melihat produk-produk baru dan penyempurnaan produk inovasi dari perusahaan-perusahaan besar seperti Meta, Apple, dan lainnya.
5. Blockchain semakin tampak manfaatnya
Teknologi blockchain untuk menyimpan data di seluruh jaringan komputer, berpotensi mempengaruhi rantai pasok dan berbagai sektor mulai dari perawatan kesehatan hingga keuangan.
Blockchain meningkatkan transparansi dan ketertelusuran, memungkinkan pelacakan produk dari sumbernya hingga ke tangan konsumen. Teknologi ini juga menawarkan tingkat keamanan dan efisiensi yang lebih baik melalui proses otomatis.
Di sektor kesehatan, pertukaran data bisa lebih lancar dan persediaan medis lebih mudah dilacak. Dalam dunia keuangan, teknologi ini menciptakan transaksi yang lebih cepat, kuat, dan murah, sekaligus mendorong inklusi keuangan.
Kelompok yang sebelumnya tidak terjangkau layanan perbankan kini lebih besar untuk mengakses pinjaman atau layanan serupa.
6. Era komunikasi 6G dimulai
Lewis mengungkapkan, pada tahun 2025 masyarakat dunia akan menikmati konektivitas yang lebih cepat dengan munculnya jaringan komunikasi nirkabel 6G.
Proses standarisasi teknologi 6G akan dimulai pada tahun 2025. Standar global yang kompatibel menjadi faktor penting bagi keberhasilan implementasi teknologi ini.
7. Kendaraan otomatis semakin dibekali teknologi canggih
Teknologi kendaraan otonom menurut Lewis akan mengalami banyak kemajuan. Kendaraan ini memiliki enam tingkatan berdasarkan otonominya-dari tingkat 0 (sepenuhnya manual) hingga tingkat 5 (sepenuhnya otonom). Saat ini, taksi otonom yang beroperasi di kota-kota Amerika Serikat seperti San Francisco berada di tingkat 4 (otomasi tinggi).
Kendaraan ini mampu menangani sebagian besar tugas mengemudi tanpa campur tangan manusia, meskipun masih memiliki beberapa batasan. Pada tahun 2025, kita mungkin akan melihat kemajuan menuju tingkat 5, yang sepenuhnya otonom dan dapat beroperasi tanpa campur tangan manusia sama sekali.
Mercedes, misalnya, berencana meningkatkan kecepatan sistem mengemudi otomatis Drive Pilot mereka pada tahun 2025. Tesla juga sedang mengembangkan Robotaxi mereka, yang menurut Elon Musk akan tersedia sebelum tahun 2027.
Teknologi di atas akan mampu menyelesaikan tugas-tugas yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh manusia. Teknologi akan mampu menyelesaikan pekerjaan dan melaporkan hasilnya.
Inovasi teknologi akan menghasilkan efisiensi dan perubahan besar dalam dunia kerja. Kita juga akan melihat teknologi yang meningkatkan waktu luang dan kualitas hidup kita.
