Asal-usul kata Oke yang Mendunia
Berbagai teori muncul mengenai bagaimana kata ini pertama kali digunakan dan dari mana asalnya.
INFOBAIK I BANDUNG, - Kata "oke" telah menjadi bagian dari percakapan sehari-hari di berbagai belahan dunia, tetapi asal-usulnya masih menjadi topik yang mencakup di kalangan ahli bahasa. Berbagai teori muncul mengenai bagaimana kata ini pertama kali digunakan dan dari mana asalnya.
Kata "oke" telah menjadi bagian tak terpisahkan dari percakapan sehari-hari di seluruh dunia. Namun, asal-usulnya masih menjadi misteri yang menarik perhatian para ahli bahasa. Banyak teori berkembang mengenai bagaimana kata ini pertama kali digunakan dan dari mana asalnya.
Mengutip dari laman BBC, ahli bahasa Allen Walker Read menulis sebuah studi yang menyatakan teori bahwa "oke" berasal dari Boston, Amerika Serikat. Teori ini didukung oleh penemuan lembaran koran Boston Morning Post tanggal 23 Maret 1839, di mana tertulis kata "OK" sebagai singkatan dari "oll right", sebuah plesetan dari frasa "all right."
Kabarnya, pada masa itu, editor surat kabar sedang marak berkreasi menciptakan singkatan-singkatan unik, seperti "OW" untuk "all right" dan "WOOOFC" untuk "with one of our first citizen." Hal ini pun dimanfaatkan oleh editor Charles Gordon Greene yang menulis untuk koran Boston Morning Post.
Sejak saat itu, banyak koran di Amerika menggunakan singkatan tersebut. Kata "OK" pun semakin masif disebarkan saat rombongan pendukung Presiden ke-8 Amerika Serikat, Martin Van Buren, membuat slogan "Vote for OK," yang merupakan singkatan dari "Old Kinderhook," kampung halaman sang presiden.
Sementara itu, masyarakat Jerman menganut teori yang berbeda. Mereka berpendapat bahwa asal-usul kata "oke" atau "OK" merupakan adaptasi dari kosa kata Jerman "och," yang menunjukkan ekspresi persetujuan.
Orang Jerman juga beranggapan bahwa "OK" adalah singkatan dari "Obberst Kommandant," yaitu sosok berpangkat tinggi di militer yang perlu dihormati. Oleh karena itu, mereka bertengkar sejarah kata "OK" dengan istilah tersebut.
Melansir dari laman detikcom, ada juga sumber yang mengklaim bahwa "oke" mungkin berasal dari Bahasa Prancis, khususnya dari kata "au quai," yang berarti "di dermaga." Dalam konteks pelayaran, ungkapan ini digunakan untuk menunjukkan persetujuan atau kesiapan.
Nah, puluhan tahun kemudian, sejumlah cendekiawan yang diwakili oleh Frank Greco dari Universitas Rockefeller menyatakan pertentangan terhadap asal-usul kata "OK" yang ditulis oleh Read. Hal ini mereka sampaikan dalam jurnal American Speech yang terbit pada tahun 1975, di mana mereka menyebutkan bahwa kata "oke" menyinggung ungkapan Skotlandia "och aye."
Kepanjangan kata "Oke"
Dari banyaknya kisah asal-usul munculnya kata "oke" pertama di dunia, banyak orang lebih mempercayai teori yang dibuat oleh Charles Gordon Greene, editor koran Boston Morning Post.
Mengutip dari The Washington Post, para ahli bahasa merasa kepanjangan "OK", yaitu semua benar, lebih masuk akal bila dikaitkan dengan penggunaan kata "oke" di masa sekarang. Selaras dengan maknanya, kata ini bertujuan untuk mengkonfirmasi kebenaran atas informasi atau situasi yang terjadi.
Selain itu, kata "oke" bersifat fleksibel sehingga bisa digunakan sebagai kata benda, kata kerja, kata sifat, kata penghubung, bahkan kata seru. Oleh karena itu, singkatan "OK" marak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
