Belum Bicara 2029, Demokrat, PKS, dan NasDem Pilih Amankan Prabowo di Tahun-Tahun Awal Kekuasaan
Demokrat, PKS, dan NasDem belum mengambil sikap soal wacana Prabowo dua periode di Pilpres 2029. Ketiga partai memilih fokus mengawal pemerintahan hingga akhir masa jabatan.
INFOBAIK I JAKARTA,-Di tengah menguatnya wacana Presiden Prabowo Subianto maju untuk periode kedua pada Pilpres 2029, tiga partai pendukung pemerintah justru memilih menahan diri.
Partai Demokrat, PKS, dan NasDem kompak belum membuka pembahasan politik elektoral, dengan satu alasan utama: menjaga stabilitas pemerintahan di awal masa jabatan Prabowo.
Alih-alih terburu-buru mengunci arah dukungan, ketiga partai menegaskan fokus mereka saat ini adalah memastikan roda pemerintahan berjalan optimal hingga akhir periode 2024–2029.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Dede Yusuf, menyebut partainya belum memiliki mandat untuk membicarakan kontestasi Pilpres 2029. Menurutnya, arahan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) jelas, yakni mengawal penuh kebijakan Presiden Prabowo sampai masa bakti berakhir.
“Mandat Partai Demokrat adalah mendukung penuh pemerintahan Pak Prabowo sampai 2029. Soal pilpres, itu belum menjadi pembahasan kami,” ujar Dede kepada CNN Indonesia
Dede juga menepis spekulasi soal kemungkinan duet Prabowo–AHY di masa depan. Ia menegaskan Demokrat belum mengambil sikap apa pun terkait konfigurasi politik Pilpres mendatang, sembari menghormati keputusan partai lain yang telah lebih dulu menyatakan dukungan dua periode.
Sikap serupa datang dari Partai NasDem. Wakil Ketua Umum NasDem, Saan Mustopa, menilai dukungan sebagian partai terhadap Prabowo untuk maju kembali merupakan hal wajar, terutama jika melihat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah yang hampir menyentuh 80 persen berdasarkan survei Indikator Politik.
Namun demikian, Saan menegaskan NasDem belum masuk ke fase pembicaraan pencalonan presiden.
“Posisi NasDem saat ini jelas, mendukung sepenuhnya pemerintahan Pak Prabowo sampai akhir masa jabatan. Urusan pilpres belum kami bahas,” kata Saan.
Sementara itu, PKS mengambil posisi yang lebih institusional. Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, menegaskan bahwa seluruh keputusan terkait Pilpres berada di tangan Majelis Syuro, dan hingga kini belum ada pembahasan maupun mandat yang dikeluarkan.
“Sampai detik ini belum ada keputusan atau pembahasan di Majelis Syuro terkait pencalonan presiden,” ujar Kholid.
Sikap menahan diri tiga partai ini mencerminkan kehati-hatian politik di awal pemerintahan Prabowo. Di tengah konsolidasi nasional dan tantangan ekonomi global, dukungan tanpa syarat dinilai lebih strategis ketimbang manuver elektoral yang terlalu dini.
Meski wacana Prabowo dua periode terus bergulir di ruang publik, peta politik internal koalisi pendukung pemerintah tampaknya masih memilih satu kata kunci: stabilitas lebih dulu, 2029 belakangan.
