Bukan Sekadar Nama Besar, Ini Alasan Persib Datangkan Layvin Kurzawa Jelang Fase Krusial Asia
Persib Bandung resmi merekrut Layvin Kurzawa jelang fase krusial Super League dan AFC Champions League Two. Ini alasan strategis Maung Bandung mendatangkan eks pemain PSG tersebut.
INFOBAIK I BANDUNG,– Kehadiran Layvin Kurzawa di Persib Bandung bukan semata soal reputasi Eropa atau riwayat bermain di klub raksasa. Lebih dari itu, akurasi bek asal Prancis tersebut mencerminkan langkah strategi Maung Bandung dalam menyiapkan diri menghadapi tekanan kompetisi domestik dan Asia yang kian menantang.
Diperkenalkan usai laga Persib kontra PSBS Biak di Stadion GBLA, Minggu (25/1/2026), Kurzawa langsung mencuri perhatian para bobotoh. Namun, di balik sorak sorai tersebut, terdapat perhitungan matang manajemen dan tim pelatih dalam memilih sosok berusia 33 tahun itu sebagai bagian penting kedalaman skuad.
Dalam konteks Super League yang padat dan AFC Champions League Two yang memasuki fase gugur, Persib membutuhkan pemain dengan pengalaman laga besar dan kemampuan adaptasi tinggi. Kurzawa dinilai memenuhi dua kebutuhan krusial tersebut.
Tak hanya dikenal sebagai bek kiri, eks pemain Paris Saint-Germain itu memiliki posisi yang jarang dimiliki pemain asing lainnya. Ia bisa ditarik ke bek tengah atau didorong lebih maju ke sektor sayap kiri, sebuah opsi taktis yang sangat dibutuhkan pelatih Bojan Hodak saat rotasi pemain menjadi kunci menjaga konsistensi performa tim.
Pengalaman juga internasional menjadi faktor pembeda. Kurzawa pernah menjadi bagian tim nasional Prancis dalam periode 2014–2019, menghadapi pertandingan atmosfer berintensitas tinggi yang kini relevan dengan target Persib di level Asia. Mentalitas bertanding inilah yang diharapkan menular ke ruang ganti Maung Bandung.
Dari sisi teknis, Kurzawa dikenal memiliki kualitas passing yang presisi, keberanian melakukan overlap, serta kemampuan membaca permainan saat bertahan. Karakter tersebut sejalan dengan gaya bermain Persib yang mengandalkan transisi cepat dari bertahan untuk menyerang.
Wakil CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa proses penyelesaian telah melalui evaluasi menyeluruh.
"Tim pelatih memberi pemberikannya untuk menambah kedalaman skuad di bek kiri, sayap kiri, dan bek tengah. Kontrak posisi diberikan hingga akhir musim dengan opsi perpanjangan sesuai evaluasi performa dan kebutuhan tim," ujar Adhitia.
Isu cedera riwayat yang sempat mengiringi nama Kurzawa juga tak luput dari perhatian manajemen. Persib memastikan seluruh aspek, mulai dari kondisi fisik hingga kesesuaian taktik, telah menjadi bagian dari kajian sebelum kontrak diteken.
Dengan status Persib yang kini berada di papan atas klasemen Super League dan menatap babak 16 besar AFC Champions League Two, kehadiran Layvin Kurzawa diharapkan menjadi kepingan penting dalam ambisi klub berbicara lebih banyak di kancah Asia.
Bagi Persib, Kurzawa bukan hanya rekrutan baru. Ia adalah simbol kesiapan tim menghadapi tantangan besar—baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.
