CFD Bundaran HI Mendadak Heboh: Hantu Agak Laen Galang Donasi, Warga Jakarta Ikut Menyala untuk Sumatera

Empat komedian yang tergabung dalam grup Agak Laen—Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oky Rengga—turun langsung ke area Skydeck Bundaran HI mengenakan kostum hantu ikonik dari film perdana mereka.

Dec 15, 2025 12:00 · 10 bulan lalu
CFD Bundaran HI Mendadak Heboh: Hantu Agak Laen Galang Donasi, Warga Jakarta Ikut Menyala untuk Sumatera
CFD Bundaran HI Mendadak Heboh: Hantu Agak Laen Galang Donasi, Warga Jakarta Ikut Menyala untuk Sumatera

INFOBAIK I JAKARTA,- Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (14/12/2025), mendadak berubah riuh dan penuh tawa. Bukan karena iringan musik senam massal atau atraksi komunitas, melainkan kemunculan empat sosok “hantu” yang justru mengundang simpati publik.

Empat komedian yang tergabung dalam grup Agak Laen—Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oky Rengga—turun langsung ke area Skydeck Bundaran HI mengenakan kostum hantu ikonik dari film perdana mereka. Namun di balik penampilan nyentrik tersebut, terselip pesan serius: ajakan solidaritas untuk membantu korban bencana alam di Pulau Sumatera.

Dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Menyala Kembali Sumateraku!”, kuartet ini berjalan menyusuri keramaian CFD. Spanduk itu dilengkapi kode QR yang memudahkan warga berdonasi secara digital. Aksi ini menjadi respon cepat atas bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Sumatera sedang tidak baik-baik saja. Kami cuma ingin mengajak masyarakat Jakarta untuk ikut menyisihkan sedikit rezeki, apa pun bentuknya,” ujar salah satu personel Agak Laen di sela-sela kegiatan.

Pendekatan yang tidak biasa itu terbukti efektif. Ribuan pengunjung CFD yang awalnya penasaran, perlahan larut dalam suasana empati. Banyak warga langsung memindai kode QR untuk berdonasi, sementara lainnya mengabadikan momen lewat swafoto bersama “hantu-hantu” jenaka tersebut.

Interaksi hangat antara komedian dan masyarakat membuat pesan kemanusiaan tersampaikan tanpa kesan menggurui. Aksi ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial bisa dikemas secara kreatif, ringan, dan tetap berdampak.

Menariknya, kegiatan ini berlangsung di tengah puncak popularitas Agak Laen. Film terbaru mereka, Agak Laen: Menyala Pantiku, tengah mencatatkan sejarah sebagai salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa. Dalam 15 hari penayangan, film tersebut meraih 6,5 juta penonton dan menembus lebih dari 7 juta penonton pada hari ke-17, menempatkannya di posisi empat besar film nasional terlaris.

Alih-alih larut dalam euforia, Agak Laen justru memanfaatkan sorotan publik sebagai “pengeras suara” untuk membantu sesama. Dari CFD Bundaran HI, pesan itu menggema jelas: popularitas boleh menyala, tapi kepedulian harus tetap menyala lebih lama.