Film Animasi Indonesia Jumbo Kokoh di Top 6 Box Office Harian
Film animasi Indonesia Jumbo sukses bertahan di Top 6 box office harian Korea Selatan setelah sepekan tayang. Raihan tiket terus naik dan menegaskan kiprah Jumbo di pasar film global.
INFOBAIK I BANDUNG, — Film animasi Indonesia Jumbo terus menorehkan prestasi di kancah internasional. Setelah sepekan tayang di Korea Selatan, Jumbo masih betah bertahan di jajaran Top 10 box office harian, bahkan sukses mengamankan posisi keenam pada hari ketujuh penayangannya.
Berdasarkan data resmi Dewan Perfilman Korea, Jumbo meraih 3.553 tiket pada Selasa (24/2/2026). Capaian tersebut membuat total penonton film animasi ini di Korea Selatan menembus 45.106 tiket, dengan pendapatan setara US$280.202 sejak debut pada 18 Februari 2026.
Tak hanya kuat secara harian, Jumbo juga menunjukkan konsistensi secara mingguan. Film ini kini bertengger di peringkat ketujuh box office mingguan periode 16–22 Februari 2026, sebuah pencapaian yang jarang diraih film animasi Asia Tenggara di pasar Korea.
Di papan atas, Jumbo bersaing ketat dengan sejumlah film besar seperti The King’s Warden yang masih mendominasi posisi puncak, disusul Humint, Number One, Choir of God, dan Ghost-Calling App: O. Menariknya, Jumbo berhasil meninggalkan Sentimental Value, film peraih nominasi Piala Oscar 2026, yang meraih tiket lebih rendah pada hari yang sama.
Keberhasilan di Korea Selatan menjadi bukti kuat daya saing Jumbo di pasar global. Film karya kreator Ryan Adriandhy ini diketahui telah mengantongi hak distribusi internasional di lebih dari 40 negara, jauh melampaui rencana awal yang hanya menyasar 17 negara
Sejumlah negara yang telah lebih dulu menayangkan Jumbo antara lain Rusia, Malaysia, Singapura, Vietnam, Taiwan, hingga Uni Emirat Arab.
Sementara di dalam negeri, Jumbo telah mencatat sejarah sebagai film Indonesia terlaris kedua sepanjang masa dengan raihan 10.233.002 tiket, tepat di bawah Agak Laen: Menyala Celanaku!.
Jumbo mengisahkan perjalanan Don, seorang anak laki-laki yang berjuang mewujudkan mimpi melalui pertunjukan buku dongeng peninggalan orang tuanya. Bersama Oma, Nurman, Mae, dan Meri—gadis dari dunia lain—Don belajar tentang harapan, persahabatan, dan keberanian melawan keraguan.
Kesuksesan Jumbo di Korea Selatan sekaligus menegaskan bahwa film animasi Indonesia kini tak lagi sekadar penonton, melainkan pemain serius di panggung industri film global.
