Film “Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?”, Sebuah Drama Keluarga yang Menghantam Perasaan
Film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? menghadirkan kisah emosional tentang keluarga yang tampak utuh namun rapuh. Ikuti perjalanan Dira menghadapi krisis, kehilangan arah, dan realitas pahit sosok ayah yang absen secara emosional dalam drama keluarga yang menyentuh hati.
INFOBAIK I BANDUNG,- Film Ayah, Ini Arahnya ke Mana ya? bukan sekadar tontonan drama keluarga biasa. Ia hadir seperti cermin retak—memantulkan kenyataan pahit tentang kehilangan arah di dalam rumah yang tampak utuh.
Kisah berpusat pada Dira yang diperankan oleh Mawar Eva de Jongh, seorang anak perempuan yang tumbuh dalam keheningan emosional. Bersama adiknya Darin (Rey Bong), ia hidup di bawah atap yang sama dengan ayah mereka, Yudi (Dwi Sasono)—sosok yang hadir secara fisik, namun terasa jauh secara batin.
Rumah mereka, yang juga menjadi warung makan Soto Bu Lia, menyimpan lebih dari sekedar aroma masakan. Di dalamnya, ada luka yang perlahan mengendap. Sang ibu, Lia (Unique Priscilla), menjadi satu-satunya penopang keluarga, menutupi retakan demi retakan agar anak-anaknya tetap merasa “baik-baik saja”.
Namun, hidup tak selamanya bisa disimpan.
Sebuah ledakan kompor menjadi titik balik yang brutal. Lia terkapar dengan luka serius, dan sejak saat itu, dunia Dira runtuh. Rumah yang dulu terasa hangat berubah menjadi ruang penuh kecemasan. Rahasia keuangan keluarga mulai terbuka, utang menumpuk, dan masa depan menjadi kabur.
Dalam sekejap, Dira dipaksa tumbuh lebih cepat.
Tanpa bimbingan emosional dari seorang ayah, ia harus menavigasi hidup yang tak pernah ia pahami sebelumnya. Di film ini menggali luka terdalam: bagaimana rasanya mencari arah, ketika satu-satunya orang yang seharusnya menunjukkan jalan justru tak mampu melakukannya.
Diadaptasi dari novel karya Khoirul Trian, film ini mengangkat fenomena yatim piatu dengan pendekatan yang sunyi namun menghantam. Ia tidak berteriak, tapi cukup untuk membuat penonton teringat lama setelah kredit akhir bergulir.
Lebih dari sekedar cerita, “Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?” adalah perjalanan emosional tentang kehilangan, tanggung jawab, dan pencarian makna keluarga yang sesungguhnya.
Film ini bukan hanya untuk ditonton—tetapi untuk dirasakan.
