Gaji dan Fasilitas Dicabut, DPR RI Mulai Tegas ke Anggota yang Dinonaktifkan Partai

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Ahmad Dasco menegaskan gaji dan fasilitas lima anggota DPR yang dinonaktifkan partai resmi dihentikan.

Sep 4, 2025 16:00 · 1 tahun lalu
Gaji dan Fasilitas Dicabut, DPR RI Mulai Tegas ke Anggota yang Dinonaktifkan Partai
Gaji dan Fasilitas Dicabut, DPR RI Mulai Tegas ke Anggota yang Dinonaktifkan Partai /Kemenkeu

INFOBAIK I JAKARTA,- Langkah tegas akhirnya diambil terhadap sejumlah anggota DPR RI yang dinonaktifkan oleh partai politik asal mereka. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Ahmad Dasco, memastikan bahwa Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR sudah menerima surat dari pimpinan partai untuk menghentikan seluruh fasilitas kedewanan, termasuk gaji bulanan.

“Pimpinan partai sudah mengirimkan surat kepada Sekretariat Jenderal DPR untuk anggota yang dinonaktifkan itu tidak mengeluarkan fasilitas-fasilitas yang terkait kedewanan, termasuk gaji dan fasilitas lainnya,” ujar Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (3/9).

Saat ini, ada lima nama anggota DPR yang resmi dinonaktifkan, yaitu Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, Eko Patrio, Adies Kadir, dan Uya Kuya. Mereka tersandung kasus berbeda, mulai dari pernyataan kontroversial hingga tindakan yang dianggap tidak sejalan dengan kebijakan partai.

Dari kelima nama tersebut, posisi Adies Kadir sebagai Wakil Ketua DPR RI menjadi perhatian khusus. Dasco menegaskan bahwa keputusan pergantian kursi pimpinan DPR sepenuhnya diserahkan kepada Partai Golkar sebagai partai asal Adies.

Sebelumnya, Golkar menonaktifkan Adies Kadir setelah komentarnya terkait kenaikan tunjangan dewan memicu polemik publik. NasDem pun mengambil langkah serupa dengan menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach. Sementara itu, PAN memutuskan menghentikan sementara kiprah Eko Patrio dan Uya Kuya.

Keputusan ini menunjukkan adanya sinyal baru: partai politik kini lebih tegas dalam menjaga citra dan disiplin kader, sekaligus membuka babak baru hubungan antara fraksi, partai, dan parlemen.