Hari Pajak 2025: Simbol Transformasi DJP Menuju Institusi Modern, Adil, dan Berintegritas

Hari Pajak bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik upacara nasional yang digelar serentak di seluruh Indonesia hari ini, tersimpan pesan kuat tentang transformasi institusional Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai garda terdepan pengelola keuangan negara.

Jul 14, 2025 11:24 · 1 tahun lalu
Hari Pajak 2025: Simbol Transformasi DJP Menuju Institusi Modern, Adil, dan Berintegritas
Hari Pajak 2025: Simbol Transformasi DJP Menuju Institusi Modern, Adil, dan Berintegritas

INFOBAIK I JAKARTA, - Hari Pajak bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik upacara nasional yang digelar serentak di seluruh Indonesia hari ini, tersimpan pesan kuat tentang transformasi institusional Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai garda terdepan pengelola keuangan negara.

Mengangkat tema “Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh”, Hari Pajak 2025 menjadi momentum strategis untuk merefleksikan peran krusial DJP dalam mengawal pembangunan nasional. Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menekankan bahwa pajak bukan hanya sumber penerimaan negara, tetapi juga simbol kepercayaan rakyat.

 “Kita tidak sekadar mengumpulkan angka. Kita mengelola amanah, menjaga kredibilitas bangsa,” ujar Bimo dalam pidatonya.

Bimo mengingatkan bahwa akar sejarah Hari Pajak berasal dari Sidang BPUPKI pada 14 Juli 1945, ketika Dr. Radjiman Wedyodiningrat memasukkan kata “pajak” ke dalam naskah UUD 1945. Sejak saat itu, sistem perpajakan Indonesia terus berevolusi dengan reformasi menyeluruh, mengedepankan keadilan, transparansi, dan teknologi digital.

Dalam menghadapi target ambisius tahun 2025 sebesar Rp2.189,3 triliun, DJP tidak hanya mengandalkan kinerja teknis, tapi juga membangun budaya kerja berbasis integritas dan perlindungan pegawai. Kerja sama lintas lembaga seperti Polri, Kejaksaan, dan KPK terus diperkuat melalui Satgassus dan Tim Optimalisasi Penerimaan Negara, khususnya di sektor strategis seperti pertambangan dan perikanan.

Sebagai bentuk penghormatan kepada Wajib Pajak, DJP akan meresmikan Taxpayers’ Charter atau Piagam Wajib Pajak, sebuah deklarasi etika dan tanggung jawab yang disusun partisipatif bersama pelaku usaha, akademisi, dan asosiasi profesi. Piagam ini menjadi simbol perubahan paradigma: dari pendekatan koersif ke kemitraan yang adil antara negara dan masyarakat.

Melalui pembangunan sistem Coretax yang menjadi jantung digitalisasi perpajakan, DJP mempercepat langkah menuju birokrasi modern yang efisien, terbuka, dan responsif. Dirjen Pajak mengajak seluruh pegawai untuk tidak sekadar menjadi administrator, melainkan menjadi pelayan publik sejati yang mampu menjaga etika dan profesionalisme dalam setiap interaksi.

“Hari Pajak bukan milik kami semata. Ini hari gotong royong nasional demi masa depan Indonesia. Selamat Hari Pajak 2025, mari kita tumbuh bersama pajak untuk Indonesia yang lebih tangguh,” tutup Bimo.