Indonesia Ambil Kendali Ekosistem Vaksin Global: DCVMN Bali 2025 Jadi Momentum Strategis Bio Farma

Indonesia menjadi tuan rumah DCVMN 2025 di Bali. Bio Farma ambil peran strategis memimpin ekosistem vaksin global dan memperkuat ketahanan kesehatan dunia

Oct 21, 2025 07:57 · 12 bulan lalu
Indonesia Ambil Kendali Ekosistem Vaksin Global: DCVMN Bali 2025 Jadi Momentum Strategis Bio Farma
Indonesia Ambil Kendali Ekosistem Vaksin Global: DCVMN Bali 2025 Jadi Momentum Strategis Bio Farma

INFOBAIK I BALI, - Indonesia semakin diperhitungkan dalam peta geopolitik kesehatan global. Melalui PT Bio Farma (Persero), Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah 26th Developing Countries Vaccine Manufacturers Network (DCVMN) Annual General Meeting pada 29–31 Oktober 2025 di The Meru Sanur, Bali. Agenda internasional ini dipandang bukan sekadar forum tahunan, melainkan momentum strategis Indonesia untuk memperkuat kedaulatan vaksin, ketahanan kesehatan nasional, dan posisi tawar di panggung global.

DCVMN merupakan jejaring berpengaruh yang menaungi 46 produsen vaksin dari 17 negara di Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin. Dengan jaringan yang luas tersebut, organisasi ini menjadi blok penting dalam industri vaksin dunia — terutama bagi negara berkembang yang ingin lepas dari dominasi produsen besar negara maju.

Sebagai anggota pendiri dan co-host forum ini, Bio Farma memanfaatkan DCVMN AGM 2025 untuk mendorong penguatan rantai pasok global, transfer teknologi, dan kolaborasi riset lintas negara. Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menegaskan bahwa forum di Bali akan menjadi titik balik arah industri vaksin dunia.

“Forum ini adalah ruang strategis untuk membangun ekosistem vaksin yang berdaya saing, inovatif, dan berkeadilan. Indonesia siap menjadi bagian dari arsitek ketahanan kesehatan dunia,” tegasnya, Senin (20/10/2025) 

Nada serupa disampaikan Chair of the Board DCVMN, Adriansjah Azhari, yang menekankan pentingnya kemitraan lintas negara. “Kemandirian vaksin tidak boleh hanya dimiliki negara maju. Ekosistem global yang tangguh harus dibangun bersama,” ujarnya.

Sementara itu, CEO DCVMN, Rajinder Suri, menyebut penyelenggaraan AGM di Bali sebagai simbol kepercayaan dunia terhadap Indonesia. “Bio Farma adalah mitra strategis sejak awal berdirinya DCVMN. Kami yakin Bali akan menghasilkan keputusan besar untuk kesiapsiagaan kesehatan dunia,” ucapnya.

Pertemuan puncak DCVMN 2025 akan dihadiri lebih dari 350 pemimpin industri vaksin global, regulator, serta lembaga kesehatan internasional seperti WHO, UNICEF, CEPI, GAVI, PATH, CHAI, dan Gates Foundation. Forum ini diproyeksi menghasilkan berbagai kesepakatan konkret terkait:

penguatan keamanan pasokan vaksin global,

kerja sama riset dan inovasi teknologi,

akses vaksin yang lebih adil bagi negara berkembang, dan

standar kesiapsiagaan pandemi masa depan.

Dengan rekam jejak distribusi vaksin ke lebih dari 150 negara, Bio Farma kini naik kelas dari sekadar pemain regional menjadi global health influencer. Melalui forum DCVMN 2025, Indonesia menegaskan ambisinya: mengambil peran lebih besar dalam menentukan arah kebijakan kesehatan dunia.