Indonesia Butuh 450 Ribu Talenta Digital per Tahun, JHIC 2026 Dorong Inovasi Siswa
JHIC 2026 mendorong inovasi siswa melalui kompetisi web development dan business plan.
INFOBAIK I BANDUNG, - Indonesia membutuhkan sekitar 450 ribu talenta digital setiap tahun. Komdigi menargetkan 12 juta talenta digital pada 2030, sementara saat ini baru tersedia sekitar 9,3 juta.
Kesenjangan ini mendorong penguatan pendidikan digital yang tidak hanya mengajarkan teknologi, tetapi juga kreativitas, pemecahan masalah, dan inovasi bernilai ekonomi.
Salah satu inisiatifnya adalah Jagoan Hosting Innovation Competition (JHIC) 2026, yang digelar Jagoan Hosting bersama Komdigi dan Ngalup.co. Kompetisi ini mempertemukan guru dan siswa dalam pembelajaran, pendampingan, serta pengembangan proyek digital.
Direktur Jagoan Hosting Andy Novianto mengatakan JHIC dirancang sebagai ruang belajar berbasis tantangan nyata di dunia digital.
"JHIC kami rancang bukan sekadar sebagai kompetisi, tetapi sebagai ruang belajar yang mempertemukan peserta dengan tantangan dan kebutuhan nyata di dunia digital. Kami ingin peserta berani mengembangkan ide, menguji solusi, sekaligus mendapatkan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan industri," kata Andy, Selasa (20/10/2026)
BACA JUGA: lLebih dari 5.100 Siswa Jawa Barat Dapat Pelatihan AI, PJI dan AWS Cetak Inovator Muda Teknologi
Fokus pada Inovasi Inklusif
JHIC 2026 menghadirkan dua kategori siswa, yaitu Web Development dan Business Plan. Peserta Web Development mengembangkan situs web, sedangkan peserta Business Plan menyusun ide usaha untuk menyelesaikan masalah tertentu.
Kompetisi ini membuka peluang bagi siswa dengan kemampuan beragam. Talenta digital tidak hanya berarti mampu memprogram, tetapi juga mampu mengenali masalah, merancang solusi, dan membangun model bisnis.
"Melalui JHIC, kami ingin memastikan bahwa kesempatan untuk belajar dan berinovasi di bidang digital tidak hanya terbuka bagi mereka yang sudah memiliki kemampuan teknis. Ide, kreativitas, dan kemampuan melihat masalah juga merupakan bagian penting dari talenta digital," ujar Andy.
20 Guru dan Tim Siswa Raih Penghargaan
JHIC 2026 memberikan penghargaan kepada 10 guru melalui kategori Guru Penggerak Inovasi Digital dan 10 kelompok siswa dalam kategori Web Development serta Business Plan.
Penerima penghargaan guru berasal dari berbagai sekolah, yakni Aulia Febriana Romadhoni, Eka Nur Ahmad Romadhoni, Faisal Abda'u Khaidar, Joko Endriyanto, Muhammad Ifdlol Abdul Hafidh, Nailul Authar, Pangadongan Elfin Pujianto, Sulistiyono, Tri Mulyo, dan Wendra Bagas Saputra.
Kategori Web Development dimenangkan Threenager, Apa Ajalah Yang Penting Bagus, Chevron, Hamdalah, dan Sesuatu di Jogja. Sementara kategori Business Plan diraih Ikan Goreng, PPLG SMEMSA, PatangPuluhPatang, Mutudev, dan Knot.
Keterlibatan guru diharapkan memperluas penerapan pembelajaran digital di sekolah
Kolaborasi Pendidikan dan Industri
Pengembangan talenta digital membutuhkan kolaborasi pemerintah, sekolah, dan industri agar keterampilan siswa sesuai kebutuhan dunia kerja.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, JHIC melibatkan lebih dari 1.000 peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Pada 2025, sebanyak 185 siswa SMK dalam 30 tim finalis mengembangkan situs web sekolah berbasis teknologi cloud.
Di tengah kebutuhan 450 ribu talenta digital per tahun, pembelajaran berbasis proyek dapat membantu siswa mengasah keterampilan teknis, kreativitas, berpikir kritis, dan kemampuan memecahkan masalah.
Kolaborasi pendidikan dan industri diharapkan melahirkan generasi yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan solusi, peluang ekonomi, dan daya saing Indonesia.

