Kedai di Tokyo Ini Punya Aturan Unik: Pengunjung Dilarang Ngobrol dan Main Ponsel

Kedai Uchida di Tokyo punya aturan unik, mulai dari larangan ngobrol dan bermain ponsel hingga sistem antrean ketat. Simak menu dan tradisinya.

Sep 29, 2026 20:00 · 7 hari lalu
Kedai di Tokyo Ini Punya Aturan Unik: Pengunjung Dilarang Ngobrol dan Main Ponsel
Kedai di Tokyo Ini Punya Aturan Unik: Pengunjung Dilarang Ngobrol dan Main Ponsel

INFOBAIK I TOKYO,- Tokyo tak hanya menawarkan restoran modern dan kuliner populer, tetapi juga kedai tradisional yang mempertahankan aturan makan dan minum yang tidak biasa. 

Salah satunya Uchida di kawasan Tateishi yang mewajibkan pengunjung mengikuti sejumlah ketentuan, termasuk mengurangi percakapan dan tidak menggunakan ponsel saat berada di dalam kedai.

Uchida merupakan kedai minum tradisional Jepang yang telah beroperasi sejak 1946. Meski telah berusia sekitar delapan dekade, kedai tersebut masih mempertahankan atmosfer tradisional yang menjadi daya tariknya.

BACA JUGA: Cafe Ini Sejahterakan Gelandangan dan Pengemis

Keunikan Uchida bahkan sudah terlihat sebelum pintu kedai dibuka. Pada akhir pekan, kedai hanya beroperasi sekitar pukul 10.00 hingga 12.00. Karena popularitasnya, calon pelanggan biasanya datang jauh lebih pagi untuk mendapatkan nomor antrean.

Sejumlah pengunjung bahkan disebut sudah berada di lokasi sebelum pukul 06.00. Sekitar pukul 07.00, antrean dapat mencapai lebih dari 30 orang.

Staf Uchida kemudian memberikan nomor antrean secara langsung kepada calon pelanggan. Pengunjung harus mengingat nomor tersebut karena staf juga akan memberitahukan waktu mereka harus kembali untuk menunggu giliran masuk.

Ada Aturan Ketat Selama Berada di Kedai

Uchida tidak hanya menerapkan sistem antrean yang berbeda. Pengunjung juga harus mematuhi sejumlah aturan selama berada di kedai.

Pelanggan diperbolehkan memotret makanan dan minuman, tetapi penggunaan ponsel harus dikurangi. Bahkan, meletakkan ponsel di atas meja tidak diperbolehkan.

Percakapan juga diminta seminimal mungkin agar suasana kedai tetap tenang. Aturan lain mengharuskan pengunjung melepas tas punggung atau tas selempang dan membawanya dengan tangan atau di bagian depan tubuh ketika masuk maupun keluar.

Seluruh anggota rombongan juga diwajibkan hadir ketika mengantre. Setelah mendapatkan tempat, waktu makan dan minum dibatasi maksimal satu jam.

Uchida juga tidak menerima pelanggan yang sebelumnya telah mengonsumsi alkohol di tempat lain. Aturan tersebut menunjukkan bagaimana kedai menjaga suasana dan tata tertib meski salah satu menu andalannya merupakan minuman beralkohol.

Motsu Jadi Menu Andalan

Dari sisi kuliner, Uchida dikenal dengan motsu, yakni olahan jeroan sapi atau babi yang tersedia dalam pilihan panggang maupun rebus.

Untuk motsu panggang, pelanggan harus menyebutkan bagian yang diinginkan, jenis bumbu, serta tingkat kematangan. Pilihan bagian antara lain reba atau hati, shiro atau usus, hatsu atau jantung, tan atau lidah, serta kashira atau bagian kepala.

Pilihan bumbunya meliputi saus, garam, miso, atau tanpa bumbu. Harganya relatif terjangkau, dengan dua tusuk motsu panggang atau satu porsi motsu rebus dibanderol sekitar 250 yen.

Selain makanan, Uchida menawarkan umewari, minuman berbahan shochu yang dicampur sirup ume atau plum Jepang. Minuman tersebut dikenal memiliki rasa manis, tetapi kadar alkoholnya cukup kuat.

Bagi pengunjung yang baru pertama kali datang, pesanan umewari dibatasi maksimal tiga gelas. Staf juga dapat menghentikan pesanan apabila menilai pelanggan sudah cukup minum.

Menariknya, kebiasaan menikmati makanan dan minuman beralkohol sejak pagi tidak membuat suasana Uchida menjadi ramai. Sebaliknya, pengunjung cenderung menikmati hidangan dalam suasana tenang dengan interaksi yang terbatas.

Dengan sejarah panjang dan aturan yang tidak biasa, Uchida menjadi salah satu contoh kedai tradisional Tokyo yang masih mempertahankan budaya makan dan minum Jepang. Bagi wisatawan, pengalaman tersebut menawarkan gambaran berbeda tentang kehidupan kuliner Jepang di luar restoran modern dan kawasan wisata populer.