Inflasi Jabar 0,21 Persen pada Agustus 2026

BPS mencatat inflasi Jawa Barat Agustus 2026 sebesar 0,21 persen.

Sep 1, 2026 16:13 · 1 bulan lalu
Inflasi Jabar 0,21 Persen pada Agustus 2026
Inflasi Jabar 0,21 Persen pada Agustus 2026

INFOBAIK I BANDUNG, - Perekonomian Jawa Barat menutup bulan Agustus 2026 dengan catatan positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat laju inflasi bulanan tetap terkendali di angka 0,21 persen, ditopang oleh melimpahnya pasokan pangan panen raya yang berhasil menahan gejolak harga akibat puncak musim kemarau. 

Demikian disampaikan Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) Selasa, (1/9/2026) secara daring melalui youtube BPS Jabar. 

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, memaparkan 5 (lima) indikator strategis pembangunan ekonomi wilayah, meliputi Indeks Harga Konsumen (IHK), Nilai Tukar Petani (NTP), Pariwisata, Transportasi, serta Ekspor-Impor. 

Inflasi Agustus 2026 Terkendali sebesar 0,21 Persen

Perkembangan harga pada Agustus 2026 di Jawa Barat mengalami inflasi sebesar 0,21 persen secara bulanan (month-to-month). Capaian ini membuat tingkat inflasi tahun kalender (year-to-date) mencapai 1,86 persen dan inflasi tahunan (year-on-year) berdiri di angka 3,13 persen. 

Berdasarkan pantauan di 10 kabupaten/kota inflasi di Jawa Barat seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Subang dan Kota Cirebon masing-masing sebesar 0,40 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Majalengka sebesar 0,06 persen.

Kota lainnya yaitu Kota Bogor inflasi sebesar 0,27 persen, Kota Sukabumi inflasi sebesar 0,22 persen, Kota Bandung inflasi sebesar 0,32 persen, Kota Bekasi inflasi sebesar 0,17 persen, Kota Depok inflasi sebesar 0,07 persen, Kota Tasikmlaya inflasi sebesar 0,39 persen, dan Kabupaten Bandung inflasi sebesar 0,32 persen.

“Tekanan inflasi bulanan terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil inflasi terbesar yaitu 0,12 persen. Komoditas utama pendorong inflasi meliputi daging ayam ras, beras, sigaret putih mesin, semangka, dan buncis.”, jelas Ari.

Kenaikan harga beberapa komoditas pangan seperti beras dan cabai rawit turut dipengaruhi oleh puncak musim kemarau yang melanda seluruh wilayah Jawa Barat. Meski demikian, pasokan bawang merah dan tomat yang melimpah akibat panen raya di sejumlah daerah berhasil menahan laju inflasi lebih tinggi.