Inflasi Jawa Barat Juli 2025 Terkendali di 2,03%, Cirebon dan Sukabumi Jadi Penyumbang Tertinggi

Inflasi year on year (y-on-y) Juli 2025 Provinsi Jawa Barat sebesar 2,03 persen. Secara month to month (m-to-m) terjadi inflasi sebesar 0,30 persen. Inflasi m-to-m terbesar terjadi di Kota Cirebon sebesar 0,53 persen, dan inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Sukabumi sebesar 3,63 persen.

Aug 1, 2025 13:52 · 1 tahun lalu
Inflasi Jawa Barat Juli 2025 Terkendali di 2,03%, Cirebon dan Sukabumi Jadi Penyumbang Tertinggi
Inflasi Jawa Barat Juli 2025 Terkendali di 2,03%, Cirebon dan Sukabumi Jadi Penyumbang Tertinggi

INFOBAIK I BANDUNG, – Inflasi year on year (y-on-y) Juli 2025 Provinsi Jawa Barat sebesar 2,03 persen. Secara bulanan (m-to-m) terjadi inflasi sebesar 0,30 persen. Inflasi m-to-m terbesar terjadi di Kota Cirebon sebesar 0,53 persen, dan inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Sukabumi sebesar 3,63 persen. 

Komoditas penyumbang inflasi m-to-m diantaranya bahan bakar rumah tangga, bawang merah, beras, telur ayam ras, dan bensin. Demikian disampaikan oleh Darwis Sitorus, Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Barat dalam kegiatan Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) pada Jum'at (1/8/2025) 

Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2025 naik 2,01 persen dibandingkan Juni 2025 dengan nilai 113,94. Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Juli 2025 naik 2,15 persen dibandingkan Juni 2025 dengan nilai 117,20. Kenaikan NTP disebabkan adanya kenaikan yang cukup besar pada indeks harga yang diterima petani (IT) dengan penyumbang komoditas terutama antara lain gabah, tomat, dan cabai rawit.

Terkait dengan Kunjungan Wisatawan Mancanegara Juni 2025, kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Kertajati ada sebanyak 513 kunjungan. Kunjungan tersebut didominasi oleh wisatawan yang berasal dari Singapura, yaitu sebanyak 40,16 persen. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan 256 kunjungan dari sebelumnya 257 kunjungan pada Mei 2025.

Dari Tingkat Penghunian Kamar Hotel (TPK) Juni 2025, TPK Hotel Gabungan turun 0,09 poin dibandingkan Mei 2025. TPK Bintang sebesar 47,08 persen sedangkan TPK Non Bintang sebesar 23,14 persen. Wilayah Kab. Purwakarta dan Kota Bandung mencatatkan TPK Bintang tertinggi pada bulan Juni 2025.

Sedangkan dari Perkembangan Statistik Transportasi, untuk angkutan udara tercatat ada 0,56 ribu penumpang domestik. Jumlah ini turun dibandingkan bulan Mei 2025 dengan jumlah 1,83 ribu orang. Sedangkan untuk angkutan kereta api, tercatat ada sebanyak 2,23 juta orang penumpang. Jumlah ini naik dibandingkan bulan Mei 2025 dengan jumlah 2,16 juta orang.

Untuk Muatan Barang dan Peti Kemas, tercatat angkutan laut domestik sebesar 139,96 ribu ton. Angka ini naik dibandingkan bulan Mei 2025 dengan jumlah 31,56 ribu ton. Sedangkan untuk angkutan laut internasional sebesar 43,23 ribu ton, turun dibandingkan bulan Mei 2025 dengan jumlah 80,26 ton.

Sementara itu, untuk perkembangan ekspor impor di Jawa Barat, nilai ekspor naik 3,71 persen dibandingkan Januari-Juni 2025 (c-to-c). Peningkatan terbesar terjadi pada Mesin dan Perlengkapan Elektrik, Kendaraan dan Bagiannya, dan Barang-barang Rajutan. Sedangkan nilai impor turun 2,63 persen dibandingkan Januari-Juni 2025 (c-to-c). Penurunan terbesar terjadi pada Mesin dan Perlengkapan Elektrik dan Kapas.

Neraca perdagangan Januari-Juni 2025 surplus sebesar 12,63 miliar USD. Angka ini Naik dibandingkan Januari-Juni 2024 dengan surplus sebesar 11,80 Miliar USD. Surplus neraca perdagangan nonmigas terbesar di Jawa Barat pada Januari-April 2025 terjadi dengan Amerika Serikat, Filipina, dan Thailand, sedangkan dengan Tiongkok dan Taiwan mengalami defisit.