Jurus Diam-Diam Sinkona Indonesia Lestari Perkuat Industri Bahan Alam Nasional

PT Sinkona Indonesia Lestari (SIL) resmi menjalin kerja sama pembiayaan dengan PT Krom Bank Indonesia Tbk untuk memperluas bisnis dan meningkatkan kapasitas produksi bahan alam, memperkuat posisi Indonesia di industri kesehatan global.

Apr 16, 2026 16:16 · 6 bulan lalu
Jurus Diam-Diam Sinkona Indonesia Lestari Perkuat Industri Bahan Alam Nasional
Jurus Diam-Diam Sinkona Indonesia Lestari Perkuat Industri Bahan Alam Nasional

INFOBAIK I BANDUNG,- Langkah besar sering kali tidak datang dengan badai, melainkan melalui strategi yang matang dan kolaborasi yang tepat. Inilah yang tercermin dari langkah PT Sinkona Indonesia Lestari (SIL) saat menggandeng PT Krom Bank Indonesia Tbk dalam kesepakatan fasilitas kredit investasi dan modal kerja yang diteken di Bandung, Rabu (15/4/2026).

Alih-alih sekadar ekspansi bisnis biasa, kerja sama ini menjadi sinyal kuat bahwa industri bahan alam Indonesia mulai bergerak lebih agresif untuk naik kelas—dari sekadar pemasok bahan mentah menjadi pemain strategi di rantai pasok global.

Sebagai bagian dari PT Kimia Farma (Persero) Tbk yang tergabung dalam Bio Farma Group, SIL memanfaatkan momentum ini untuk memperluas kapasitas produksi sekaligus mempercepat proyek-proyek investasi masa depan. Pendanaan yang diperoleh tidak hanya akan menunjang operasional, tetapi juga membuka jalan bagi inovasi dan hilirisasi produk berbasis bahan alam.

Direktur Utama SIL, Wisnu Sucahyo, menyebut kolaborasi ini sebagai titik awal dari fase pertumbuhan baru yang lebih ambisius. Menurutnya, dukungan perbankan menjadi fondasi penting dalam menjaga ritme ekspansi perusahaan yang kini menargetkan pasar global.

“Perjalanan besar dimulai hari ini. Ini bukan hanya tentang ekspansi, tapi tentang bagaimana Indonesia bisa berdiri sebagai pemain utama dalam menyediakan bahan alam untuk kebutuhan kesehatan dunia,” ujarnya.

Perspektif yang lebih luas datang dari Komisaris Utama SIL, Grace Rosalyn Oktavianus, yang melihat kerja sama ini sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian industri kesehatan nasional. 

Ia menekankan bahwa penguatan sektor bahan baku adalah kunci untuk mengurangi ketergantungan impor.

Sementara itu, pihak perbankan melalui perwakilan manajemen Krom Bank menilai SIL sebagai mitra strategis dengan fundamental bisnis yang kuat. 

Dukungan pembiayaan ini mencerminkan kepercayaan sektor keuangan terhadap potensi industri berbasis sumber daya alam Indonesia yang berkelanjutan.

Mengusung semangat “Maju Bersama, Tumbuh Bersama”, kesepakatan ini bukan hanya transaksi finansial, tetapi juga simbol sinergi antara industri dan perbankan dalam mendorong pelestarian produk bahan alam Indonesia.

Di tengah persaingan global yang semakin ketat, langkah SIL ini bisa dibaca sebagai strategi yang dibaca namun terarah—membangun fondasi industri kesehatan berbasis kekayaan alam lokal, sekaligus menempatkan Indonesia lebih percaya diri di peta industri farmasi dunia.