KA Argo Bromo Anggrek Anjlok di Subang: 259 Penumpang Selamat, Operasi SAR Resmi Dihentikan
Kecelakaan kereta api menimpa KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi - Gambir pada Jumat (1/8) pukul 15.46 WIB.
INFOBAIK I SUBANG, - Kecelakaan kereta api menimpa KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi - Gambir pada Jumat (1/8) pukul 15.46 WIB. Kereta mengalami anjlokan di emplasemen Stasiun Pegadenbaru, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kantor SAR Bandung menerima laporan resmi pukul 18.50 WIB dan langsung menyaksikan kejadian tersebut dengan mengirimkan tim gabungan ke lokasi.
Kepala Kantor SAR Bandung mengkonfirmasi kebenaran kejadian ini setelah berkoordinasi dengan Kepala Unit Siaga SAR Karawang. Tim penyelamat dari Unit Siaga SAR Karawang, Pos SAR Cirebon, dan Kantor SAR Bandung segera dikerahkan untuk melakukan asesmen dan asistensi di lokasi kejadian.
Menurut Kepala Seksi Operasi dan Siaga SAR Bandung, Moch Adip, penyebab anjlokan disebabkan oleh kondisi jalur hulu dan hilir yang tidak preipal (tidak sejajar) di lintas DAOP 3 Cirebon. Sebanyak 5 gerbong diketahui keluar dari rel. Tim SAR gabungan kemudian bekerja sama dengan tim rolling stock PT KAI untuk mengevakuasi rangkaian kereta api yang terdampak.
Turut hadir di lokasi Menteri Perhubungan dan Dirjen KAI untuk melakukan peninjauan langsung. Seluruh pemangku kepentingan, termasuk Kepala Kantor SAR Bandung dan jajaran terkait, mewujudkan komunikasi yang intensif untuk mempercepat proses penanganan.
Hingga Sabtu (2/8) pukul 06.00 WIB, seluruh 259 penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Hanya satu korban luka ringan atas nama Idham Aris (45) yang langsung dilarikan ke RS Mutiara Hati Pegaden dan sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.
Dengan tidak adanya korban yang masih memerlukan evakuasi, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh elemen SAR resmi ditarik kembali ke satuannya masing-masing.
Berbagai pihak yang terlibat dalam operasi SAR ini meliputi: Kantor SAR Bandung (Basarnas), Pos SAR Cirebon, Unit Siaga SAR Karawang, PT KAI, TNI, Polres Subang, Damkar Subang dan BPBD Kabupaten Subang
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan infrastruktur perkeretaapian, demi menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang di masa mendatang. PT KAI dan pihak terkait diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
