KAI Services Hadirkan Warteg di Kereta
KAI Services menghadirkan Warteg On Train di KA Batavia relasi Gambir–Solo Balapan
INFOBAIK I JAKARTA – Persaingan meningkatkan kualitas layanan transportasi publik tidak hanya berkaitan dengan ketepatan waktu dan kenyamanan perjalanan, tetapi juga pengalaman penumpang selama berada di perjalanan.
Menjawab kebutuhan tersebut, KAI Services menghadirkan konsep Warteg On Train yang memungkinkan penumpang menikmati hidangan dengan pilihan lauk seperti saat bersantap di warung tegal (warteg).
BACA JUGA:Cuma Lulusan SD Tapi Punya Ratusan Cabang Warteg se-Indonesia
Layanan kuliner ini tersedia di Kereta Api (KA) Batavia relasi Gambir–Solo Balapan pulang-pergi. Melalui konsep tersebut, penumpang dapat memilih lauk secara langsung dari etalase yang tersedia di gerbong makan.
Konsep Warteg On Train mengadaptasi kebiasaan masyarakat Indonesia yang terbiasa memilih sendiri lauk sesuai selera. Berbeda dari pola penyajian makanan dengan menu yang sudah ditentukan, layanan ini memberikan keleluasaan kepada penumpang untuk menentukan kombinasi hidangan yang ingin dinikmati.
KAI Services juga mempertahankan sejumlah elemen khas warteg dalam penyajiannya. Makanan disajikan menggunakan piring dan dilengkapi sendok, garpu, serta kerupuk yang identik dengan warung makan tradisional.
Sejumlah menu yang ditawarkan antara lain telur dadar Padang, tumis kacang panjang, dan kikil kecap. Pilihan tersebut menghadirkan variasi hidangan rumahan bagi penumpang yang ingin menikmati makanan selama perjalanan.
Melalui unggahan akun Instagram @rmu.id, KAI Services menjelaskan bahwa konsep ini berangkat dari pengalaman sederhana ketika pelanggan dapat memilih sendiri lauk yang diinginkan.
Warteg On Train mengusung tagline Rasa Rumahan, Teman Perjalanan dan menjadi bagian dari upaya KAI Services mengembangkan layanan kuliner di kereta api.
Pertumbuhan Penumpang Jadi Tantangan Peningkatan Layanan
Pengembangan layanan makanan tersebut berlangsung ketika jumlah pengguna kereta api menunjukkan pertumbuhan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat sebanyak 258.993.359 pelanggan sepanjang semester I 2026, meningkat 7,55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 240.805.920 pelanggan.
Pada periode yang sama, pendapatan konsolidasi KAI Group tercatat mencapai sekitar Rp18 triliun.
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan. Selain memperkuat bisnis utama angkutan penumpang dan logistik, KAI juga mengembangkan berbagai layanan pendukung untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin sebelumnya menyampaikan bahwa peningkatan kebutuhan mobilitas masyarakat harus diimbangi dengan penguatan kapasitas, keandalan operasional, keselamatan, serta integrasi transportasi.
Menurut dia, pertumbuhan perusahaan juga perlu diikuti peningkatan kualitas pelayanan dan manfaat nyata bagi masyarakat.

