Kemnaker Dorong Disabilitas Jadi Pengusaha, Pelatihan Wirausaha 2026 Buka Peluang Kerja Baru
Kemnaker dorong penyandang disabilitas jadi pengusaha lewat pelatihan kewirausahaan 2026. Program ini buka peluang kerja baru dan perkuat ekonomi inklusif.
INFOBAIK I BANTUL, – Pemerintah terus memperkuat komitmen menghadirkan dunia kerja yang inklusif. Melalui Kementerian Ketenagakerjaan, peluang kerja bagi penyandang disabilitas kini diperluas lewat pelatihan kewirausahaan yang berfokus pada kemandirian ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru.
Langkah strategis ini diwujudkan dalam Kegiatan Layanan Kewirausahaan Tahun 2026 bertema “Wirausaha Inklusif, Tumbuh Bersama” yang digelar di Bantul, Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi besar: dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Sukro Muhab, menegaskan bahwa peluang kerja tidak hanya terbatas pada sektor formal, tetapi juga terbuka luas melalui usaha mandiri, ekonomi kreatif, dan pemanfaatan teknologi digital.
“Lowongan kerja itu ada di mana-mana. Tidak hanya di perusahaan, tetapi juga bisa diciptakan sendiri. Yang perlu kita dorong adalah bagaimana masyarakat beralih dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja,” ujarnya, Selasa (21/4/2026)
Dalam program ini, pemerintah menghadirkan dua fokus utama. Pertama, peningkatan keterampilan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas melalui pelatihan yang komprehensif, mulai dari perencanaan bisnis, pengelolaan usaha, hingga strategi pemasaran digital.
Kedua, penguatan kapasitas UMKM rintisan agar mampu berkembang dan naik kelas. Peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga praktik langsung agar mampu menciptakan usaha yang kreatif dan inovatif.
Sukro menegaskan, keterbatasan fisik bukanlah hambatan untuk berkarya dan sukses di dunia usaha.
“Keterbatasan fisik bukan penghalang. Yang terpenting adalah kreativitas dan kemampuan berpikir. Kami ingin memastikan teman-teman disabilitas memiliki akses yang sama untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi,” tegasnya.
Tak berhenti pada pelatihan, Kemnaker juga menghadirkan program lanjutan melalui skema Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Program ini memberikan pendampingan usaha, membuka akses pembiayaan, serta memperluas jaringan bisnis bagi para peserta.
Dengan dukungan berkelanjutan tersebut, usaha yang dirintis diharapkan mampu berkembang lebih cepat, meningkatkan skala produksi, hingga menyerap tenaga kerja baru di masyarakat.
Inisiatif ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan ekonomi inklusif bukan sekadar wacana. Pemerintah menargetkan terciptanya ekosistem kewirausahaan yang memberi ruang setara bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.
Melalui pelatihan dan pendampingan yang terstruktur, penyandang disabilitas kini tidak hanya dipandang sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pelaku usaha produktif yang berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
