Kimia Farma dan RSCM Buka Akses Terapi Stem Cell hingga Bandung, Bukti Indonesia Siap Jadi Pemimpin Bioteknologi Asia!

Kimia Farma bersama RSCM memperluas layanan terapi stem cell ke RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Kolaborasi ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pionir bioteknologi medis di Asia Tenggara.

Oct 14, 2025 14:25 · 12 bulan lalu
Kimia Farma dan RSCM Buka Akses Terapi Stem Cell hingga Bandung, Bukti Indonesia Siap Jadi Pemimpin Bioteknologi Asia!
Kimia Farma dan RSCM Buka Akses Terapi Stem Cell hingga Bandung, Bukti Indonesia Siap Jadi Pemimpin Bioteknologi Asia!

INFOBAIK I JAKARTA, - PT Kimia Farma Tbk (“Kimia Farma”) bersama Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (“RSCM”) terus menunjukkan kepemimpinannya dalam pengembangan terapi stem cell (sel punca) di Indonesia. Kini, kolaborasi strategis ini resmi terjadi di Jawa Barat melalui kerja sama dengan RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, yang ditandai dengan penandatanganan kerja sama pada Senin (13/10/2025).

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperluas jangkauan dan pemerataan akses pelayanan terapi sel induk bagi masyarakat di berbagai daerah. Sebelumnya, Kimia Farma dan RSCM juga telah menggandeng RSUP Dr. Kariadi Semarang serta RSUD Siti Fatimah Palembang, menjadikan inisiatif ini sebagai jaringan kolaborasi medis nasional pertama di bidang bioteknologi kesehatan.

Direktur Utama Kimia Farma, Djagad Prakasa Dwialam, mengungkapkan kebanggaannya atas sinergi tersebut.

 “Kami berbangga bahwa pengembangan stem cell yang awalnya dimulai oleh Kimia Farma dan RSCM kini dapat menyebarkan berita ke daerah. Ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam menghadirkan pengobatan modern berbasis bioteknologi,” ujar Djagad, Selasa (14/10/2025).

Menurut Djagad, terapi stem cell hasil kolaborasi Kimia Farma, RSCM, dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia telah memenuhi standar mutu dan keamanan internasional.

 “Fasilitas produksinya telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM pada tahun 2024. Kami memastikan setiap proses berjalan sesuai regulasi dan prinsip kehati-hatian,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSCM, dr. Supriyanto, menyebut bahwa kerja sama ini tidak sekadar inovasi medis, tetapi juga harapan baru bagi pasien penyakit degeneratif.

 “Pengembangan terapi stem cell bukan hanya kemajuan teknologi medis, melainkan peluang untuk memperbaiki kualitas hidup pasien. Kami juga membuka peluang penelitian bersama dan uji klinis multicenter untuk memperkuat dasar ilmiahnya,” tuturnya.

Kerja sama Kimia Farma, RSCM, dan RSHS Bandung menandai langkah nyata menuju pemerataan inovasi bioteknologi kesehatan di Indonesia. Dengan hadirnya layanan di tiga wilayah utama – Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan – Indonesia berpotensi menjadi pusat pengembangan terapi stem cell terkemuka di Asia Tenggara.

Kolaborasi ini juga diharapkan memperkuat ketahanan kesehatan nasional, sejalan dengan arah pembangunan kesehatan berbasis inovasi dan penelitian unggulan yang berfokus pada pelayanan pasien.

“Kami ingin Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga produsen teknologi kesehatan di masa depan,” tutupnya