Kisah Ayatulloh, Tukang Gorengan yang Kini Jadi Kepala Desa di Bekasi

Selama hampir 10 tahun berjualan, ia dekat dengan warga dan didorong maju dalam Pilkades.

Sep 28, 2026 20:00 · 8 hari lalu
Kisah Ayatulloh, Tukang Gorengan yang Kini Jadi Kepala Desa di Bekasi
Kisah Ayatulloh, Tukang Gorengan yang Kini Jadi Kepala Desa di Bekasi/ Istimewa

INFOBAIK I BEKASI - Kursi Kepala Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kini ditempati sosok yang sebelumnya menjalani keseharian sebagai pedagang gorengan dan kopi. Dia adalah Ayatulloh, 41 tahun, yang selama hampir satu dekade berjualan untuk menghidupi keluarganya.

Perjalanan Ayatulloh menuju jabatan kepala desa tidak dibangun dari latar belakang pengusaha besar atau pemilik modal. Justru dari warung sederhana tempatnya berjualan, ia banyak berinteraksi dengan warga dan mendengar langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi.

BACA JUGA: Modal Kecil Untung Besar, 7 Ide Jualan di Teras Rumah yang Bisa Bikin Tetangga Antre

Setiap hari, Ayatulloh mulai berjualan sekitar pukul 15.00 WIB hingga dini hari. Dari usaha tersebut, dia memperoleh keuntungan sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari.

Interaksi dengan warga yang berlangsung selama bertahun-tahun kemudian menjadi bagian penting dalam keputusannya mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pahlawan Setia.

Sejumlah warga mendorong Ayatulloh untuk mencalonkan diri. Mereka mengenalnya bukan hanya sebagai pedagang, tetapi juga sebagai warga yang sering menjadi tempat berbincang mengenai berbagai persoalan di lingkungan desa.

"Selama hampir 10 tahun dagang di warung, banyak saudara yang berbicara. Katanya, udah nyalon aja lu besok. Jadi istilahnya saya diusung sama warga," ujar Ayatulloh kepada Kompas.com, Jumat (25/9/2026).

Jauh sebelum berjualan gorengan, Ayatulloh sempat bekerja sebagai buruh pabrik. Rencana mutasi ke Kalimantan membuatnya memilih meninggalkan pekerjaan tersebut. Keputusan itu membuatnya berhenti bekerja tanpa memperoleh pesangon.

Ayatulloh kemudian menjadi kenek atau pembantu tukang bangunan sebelum akhirnya memilih membuka usaha gorengan dan kopi. Usaha tersebut bertahan hingga hampir 10 tahun.

Pernah Bekerja di Pemerintahan Desa

Pengalaman Ayatulloh di lingkungan pemerintahan desa sebenarnya sudah dimulai sebelum dirinya mencalonkan diri sebagai kepala desa.

Pada 2018, dia mendapat kesempatan bekerja di Pemerintah Desa Pahlawan Setia. Ayatulloh dipercaya sebagai staf perencanaan pembangunan desa.

Di tengah pekerjaannya sebagai perangkat desa, dia tetap menjalankan usaha gorengan dan kopi. Aktivitas berjualan membuatnya tetap memiliki ruang untuk bertemu dan berbincang dengan masyarakat secara langsung.

Dari warung tersebut, Ayatulloh mengetahui sejumlah persoalan yang dihadapi warga. Sementara dari pekerjaannya di pemerintahan desa, dia memperoleh pengalaman mengenai proses perencanaan pembangunan.

Dua pengalaman itu kemudian menjadi bagian dari perjalanan Ayatulloh hingga akhirnya memutuskan maju dalam Pilkades Pahlawan Setia.

Keputusan tersebut tidak hanya mendapat dorongan dari masyarakat. Ayatulloh juga mengaku memperoleh dukungan dari orangtua dan keluarganya.

Kini, Ayatulloh menghadapi tanggung jawab baru sebagai Kepala Desa Pahlawan Setia. Perjalanan panjangnya sebagai pedagang gorengan dan kopi menjadi bagian dari pengalaman sebelum dipercaya memimpin masyarakat di desa tersebut.