Kisah Sukses Batagor H Isan, Ciri Khas Kuliner Bandung

Batagor Bandung ternyata lahir dari ketidaksengajaan Haji Isan pada 1968. Berawal dari bakso tahu yang digoreng agar tak terbuang, kuliner ini menjadi legendaris.

Oct 16, 2026 12:00 · 2 hari lalu
Kisah Sukses Batagor H Isan, Ciri Khas Kuliner Bandung
Kisah Sukses Batagor H Isan, Ciri Khas Kuliner Bandung/ detik jabar

INFOBAIK I BANDUNG,- Siapa sangka, salah satu kuliner paling identik dengan Kota Bandung justru lahir dari upaya sederhana menyelamatkan makanan agar tidak terbuang. 

Berawal dari dagangan yang sepi pembeli pada 1968, Haji Isan tanpa sengaja menciptakan sajian bakso tahu goreng yang kemudian dikenal luas sebagai batagor.

BACA JUGA:9 Batagor Paling Enak di Bandung yang Selalu Diburu! Nomor 7 Legendaris Sejak 1960, Wajib Masuk Daftar Kuliner Kamu

Kisah tersebut bermula ketika Isan, perantau asal Purwokerto, mulai berjualan bakso tahu di Gang Situsaeur, kawasan Bojongloa Kidul, Bandung. Saat itu, ia mengandalkan gerobak sederhana untuk menjajakan tahu isi dan siomay kukus kepada warga sekitar.

Namun, usaha tersebut tidak selalu berjalan mulus. Dagangannya kerap tersisa karena sepi pembeli. Isan pun harus memikirkan cara agar makanan yang sudah dibuat tidak cepat basi dan berakhir terbuang.

Alih-alih menyerah, ia mencoba menggoreng bakso tahu dan siomay yang tidak habis terjual. Cara tersebut dilakukan agar makanannya lebih tahan lama.

Tak disangka, percobaan sederhana itu justru menjadi awal lahirnya kuliner yang kini lekat dengan identitas Kota Bandung.

Setelah menggoreng dagangannya, Isan membagikan makanan tersebut kepada para tetangga. 

Respons yang muncul ternyata di luar perkiraannya. Keesokan harinya, para tetangga justru datang untuk mencari bakso tahu goreng yang sebelumnya mereka cicipi.

Kisah ini diceritakan Fakhri Hidayat, generasi ketiga pemilik Batagor H. Isan, saat berbagi cerita mengenai perjalanan usaha keluarganya di Bandung.

Sejak saat itu, Isan mulai menjual bakso tahu goreng sebagai menu utama. Makanan yang awalnya hanya menjadi solusi untuk mengatasi dagangan tersisa tersebut perlahan mendapatkan tempat di hati masyarakat.

Nama batagor sendiri merupakan singkatan dari bakso tahu goreng. Seiring waktu, makanan tersebut berkembang menjadi salah satu kuliner yang kerap dicari wisatawan saat berkunjung ke Bandung.

Menariknya, menu awal Isan berupa bakso tahu dan siomay kukus kini justru tidak lagi menjadi sajian utama di usaha tersebut.

"Sampai sekarang, menu aslinya yang dikukus itu malah sudah tidak ada lagi," kata Fakhri dikutip detik jabar

Bertahan Lintas Generasi

Perjalanan Batagor H. Isan menunjukkan bagaimana eksperimen sederhana dapat berkembang menjadi usaha kuliner yang bertahan lintas generasi.

Hampir enam dekade sejak pertama kali dijajakan, batagor racikan Isan masih memiliki pelanggan. Salah satu upaya untuk mempertahankan eksistensinya dilakukan melalui keikutsertaan dalam festival kuliner.