Kurniawan Dwi Yulianto: Timnas U-17 Harus Lepas dari Bayang-bayang Era Nova, Fokus Bangun Identitas Baru
Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, menegaskan pentingnya membangun mental tanpa tekanan bagi Timnas U-17 Indonesia jelang ASEAN Cup U-17 2026, demi menciptakan generasi baru yang lebih percaya diri dan kompetitif.
INFOBAIK I JAKARTA,-Pelatih anyar Kurniawan Dwi Yulianto menegaskan satu hal penting jelang kiprah anak asuhnya di level internasional: jangan terbebani masa lalu.
Baginya, Timnas U-17 Indonesia harus melangkah dengan identitas sendiri, bukan sekadar mengejar bayang-bayang prestasi generasi sebelumnya.
Sejak ditunjuk pada Februari 2026, Kurniawan langsung dihadapkan pada ekspektasi tinggi. Maklum, skuad sebelumnya di bawah arahan Nova Arianto sukses mencatatkan sejarah dengan menembus perempat final Piala Asia U-17 2025 dan tampil di Piala Dunia U-17.
Namun, bagi Kurniawan, pencapaian itu seharusnya menjadi inspirasi, bukan tekanan.
“Sebagai pelatih tentu ingin mengulang prestasi, tapi saya tidak ingin itu jadi beban bagi pemain. Mereka masih muda, yang penting bagaimana menjadikannya motivasi positif,” ujar legenda sepak bola Indonesia tersebut, Sabtu (11/4/2026)
Kurniawan menilai, pemain muda justru membutuhkan ruang untuk berkembang tanpa tekanan berlebih. Ia ingin anak asuhnya bermain lepas, berani, dan percaya diri—kunci utama untuk membangun mental bertanding di level internasional.
Menghadapi ASEAN Cup U-17 2026 yang berlangsung pada 11–24 April 2026 di Jawa Timur, Kurniawan membawa optimisme tinggi. Ia menyebut persiapan tim berjalan cukup baik, termasuk hasil uji coba internasional yang memberi pengalaman berharga.
“Pengalaman melawan tim luar sangat penting, karena tekanannya berbeda dengan kompetisi domestik. Itu jadi bekal mental yang kami butuhkan,” jelasnya.
Di fase grup, Garuda Muda akan menghadapi lawan-lawan yang tidak bisa dipandang sebelah mata seperti Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste. Setiap pertandingan diprediksi berjalan ketat, mengingat persaingan sepak bola usia muda di Asia Tenggara semakin merata.
Meski demikian, Kurniawan tidak ingin anak asuhnya sekadar ikut bersaing. Ia menargetkan tim tampil progresif, berkembang dari laga ke laga, dan perlahan membangun fondasi menuju target besar: lolos ke Piala Dunia U-17 2026.
Dengan pendekatan tanpa tekanan berlebih, Kurniawan tampaknya tengah menyiapkan sesuatu yang lebih dari sekadar hasil instan—yakni membangun generasi baru sepak bola Indonesia yang tangguh secara mental dan matang dalam permainan.
Kini, tantangan sesungguhnya akan segera dimulai. Bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana Timnas U-17 Indonesia mampu menulis cerita mereka sendiri di panggung Asia.
