Mi Pedas Chongqing Jadi Primadona di Belgia, Pasangan China Raup Rp19 Juta Sehari
Hidangan tradisional asal China ini berhasil mencuri perhatian berkat pasangan suami istri asal Negeri Tirai Bambu, Ding (37) dan Wang, yang menjadikannya ladang bisnis menjanjikan.
INFOBAIK I BRUSEL, - Pasar kuliner Belgia tengah diramaikan oleh kehadiran mi kacang pedas khas Chongqing. Hidangan tradisional asal China ini berhasil mencuri perhatian berkat pasangan suami istri asal Negeri Tirai Bambu, Ding (37) dan Wang, yang menjadikannya ladang bisnis menjanjikan.
Meski hanya berjualan dua kali dalam seminggu, pasangan ini bisa meraup omzet lebih dari 1.000 euro per hari atau sekitar Rp19 juta. Harga seporsi mi dipatok 7–9 euro (Rp110 ribu–Rp150 ribu), dan selalu laris diserbu pembeli.
Keunikan mi racikan Wang terletak pada tekstur kenyal, toping kacang empuk, serta kuah asin pedas khas Chongqing. Untuk menyesuaikan selera lokal, tingkat kepedasan dikurangi tanpa menghilangkan cita rasa autentiknya.
“Sejak kecil saya terbiasa makan mi ini. Membuka usaha di Belgia adalah mimpi lama yang akhirnya terwujud,” ujar Wang, dikutip dari SCMP.
Ding sendiri bukan sosok biasa. Ia merupakan mahasiswa doktoral bidang manajemen tanah dan produksi tanaman, dengan lebih dari 30 publikasi akademik. Namun, sulitnya mendapat pekerjaan tetap membuatnya banting setir membantu sang istri.
Fenomena ini membuktikan bahwa kuliner tradisional bisa menembus pasar global dan menghasilkan omzet besar bila dikelola dengan strategi tepat. Video mereka bahkan viral di media sosial China, dengan ribuan netizen menyebut pasangan ini sebagai “duta kuliner Chongqing” di Eropa.
