Nasib Pedagang Bandung Zoo di Ujung Tanduk, Berharap Keajaiban Lebaran 2026
Pedagang di Kebun Binatang Bandung berharap tempat wisata tersebut dibuka saat Lebaran 2026. Setelah tutup sejak Agustus, momen Lebaran jadi harapan utama untuk kembali meraih omzet dan bertahan hidup.
INFOBAIK I BANDUNG,- Kebun Binatang Bandung atau yang dikenal sebagai Bandung Zoo masih menjadi harapan besar bagi puluhan pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas wisata di kawasan tersebut. Menjelang Lebaran 2026, mereka hanya memiliki satu harapan sederhana: kebun binatang kembali dibuka.
Harapan itu bukan tanpa alasan. Bagi para pedagang, momentum Lebaran adalah “musim panen” yang ditunggu-tunggu setiap tahun. Lonjakan pengunjung biasanya membawa berkah besar bagi mereka yang berjualan makanan, minuman, hingga souvenir.
Hendi, salah satu pedagang yang telah lama berjualan di dalam area Bandung Zoo, mengungkapkan bahwa momen Lebaran selalu menjadi penyelamat ekonomi keluarganya. Ia mengaku, omzetnya bisa meningkat drastis dibanding hari biasa.
“Kalau Lebaran, penghasilan bisa berlipat. Dari situ saya bisa nutup kerugian selama sepi atau tutup,” ujar Hendi saat ditemui, Kamis (19/3/2026).
Namun sejak penutupan Bandung Zoo pada 6 Agustus tahun lalu, kehidupan Hendi dan pedagang lainnya berubah drastis. Mereka kehilangan sumber penghasilan utama dan terpaksa mencari cara bertahan hidup di tengah keterbatasan.
“Kami sudah sejak Agustus tahun kemarin tidak berjualan karena kebun binatangnya ditutup,” ungkapnya.
Selama masa penutupan, Hendi mengaku telah berjuang keras memenuhi kebutuhan keluarga. Ia sempat mencoba berjualan di tempat lain, namun keterbatasan modal menjadi kendala utama. Berbeda dengan sistem di Bandung Zoo yang menggunakan skema bagi hasil, di tempat lain ia harus menyewa lapak dengan biaya yang tidak sedikit.
“Tidak ada penghasilan sama sekali. Pernah coba jualan di luar, tapi tidak punya cukup modal untuk sewa tempat,” tambahnya.
Keluhan serupa juga datang dari pedagang kaki lima di sekitar area kebun binatang. Mereka berharap pembukaan kembali Bandung Zoo bisa menjadi titik balik ekonomi mereka, terutama di momen Lebaran.
Etih, pedagang gorengan di gerbang masuk Bandung Zoo, mengatakan penghasilannya selama ini hanya cukup untuk kebutuhan dasar keluarga.
“Ya hanya cukup untuk makan dan bayar sekolah anak,” katanya.
Sebagai ibu dua anak, Etih sangat mengandalkan momen Lebaran. Ia biasanya meningkatkan jumlah produksi gorengan karena permintaan yang melonjak tajam.
“Kalau Lebaran, jualan pasti lebih banyak. Itu yang ditunggu-tunggu, karena bisa dapat lebih,” ujarnya.
Data menunjukkan, terdapat lebih dari 20 pedagang UMKM tetap di dalam Bandung Zoo, serta sekitar 25 pedagang musiman saat Lebaran. Secara keseluruhan, sekitar 100 tenaga kerja bergantung pada aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Tak hanya pedagang di dalam area, para pelaku usaha di sekitar parkiran kebun binatang juga merasakan dampak besar dari penutupan ini. Mereka yang menempati kios-kios berharap Lebaran tahun ini membawa angin segar.
Panji, koordinator pedagang souvenir dan mainan di area parkir, menyampaikan harapan yang sama. Ia menyebut, Bandung Zoo adalah satu-satunya tempat mereka mencari nafkah.
“Kami berharap bisa buka, karena di sini kami mencari nafkah untuk jualan mainan dan souvenir,” katanya.
Kini, menjelang hari raya, harapan para pedagang itu semakin menguat. Mereka tidak meminta lebih—hanya ingin kembali berjualan, menyambung hidup, dan merasakan berkah Lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya.
Bagi mereka, dibukanya kembali Bandung Zoo bukan sekadar soal wisata, tetapi tentang keberlangsungan hidup ratusan keluarga kecil di Kota Bandung.
