Pegadaian Bukukan Laba Rp6,59 Triliun, Kinerja Jawa Barat Melesat 58,78 Persen
Pegadaian mencatat laba bersih Rp6,59 triliun hingga pertengahan Juni 2026, tumbuh 84,4 persen. Kinerja Pegadaian Kanwil X Jawa Barat ikut melesat dengan pertumbuhan laba 58,78 persen.
INFOBAIK I BANDUNG,– PT Pegadaian (Persero) memperkuat posisinya di industri jasa keuangan nasional setelah membukukan laba bersih sebesar Rp6,59 triliun hingga pertengahan Juni 2026.
Pertumbuhan kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan bisnis pembiayaan, ekspansi ekosistem emas, serta kontribusi kuat dari berbagai wilayah, termasuk Jawa Barat yang mencatat lonjakan laba bersih 58,78 persen secara tahunan.
Kinerja perusahaan menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih Pegadaian tumbuh 84,4 persen dari Rp3,58 triliun menjadi Rp6,59 triliun.
Selain laba yang meningkat, Pegadaian juga mencatat total aset sebesar Rp186,33 triliun atau naik 53,9 persen dibandingkan Rp121,1 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, outstanding loan (OSL) gross mencapai Rp155,1 triliun, meningkat 52,7 persen dari Rp101,5 triliun.
Perusahaan juga berhasil menjaga kualitas pembiayaan. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) turun dari 0,81 persen pada 30 Juni 2025 menjadi 0,71 persen per 30 Juni 2026, mencerminkan pengelolaan risiko yang semakin baik.
Kontribusi signifikan datang dari PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat. Wilayah ini membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 58,78 persen secara year-on-year (yoy), sekaligus menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan bisnis Pegadaian secara nasional.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat, Eko Suprianto, mengatakan capaian tersebut didorong oleh meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Pegadaian, terutama pada produk investasi emas serta pembiayaan syariah dan konvensional.
"Minat masyarakat Jawa Barat terhadap investasi emas terus meningkat seiring bertambahnya literasi keuangan. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Pegadaian untuk memperluas layanan sekaligus memperkuat inklusi keuangan,"kata Eko di Bandung, Rabu (29/7/2026)
Untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis, Pegadaian terus mengembangkan layanan Bank Emas (Bullion Services). Portofolio layanan tersebut meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, hingga Perdagangan Emas.
Pegadaian menilai kesiapan infrastruktur yang dimiliki menjadi keunggulan utama dalam pengembangan Bank Emas. Sekitar 90 persen agunan gadai perusahaan berupa emas, didukung jaringan ruang penyimpanan (vault) berstandar keamanan internasional yang tersebar di berbagai daerah.
Ekspansi layanan berbasis emas tersebut diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan bisnis Pegadaian sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi dan pembiayaan yang aman, modern, serta berkelanjutan.
