Penjualan Ekspor Indofarma Naik 11,9 Persen
Kinerja ekspor mendorong perbaikan keuangan, menekan rugi hingga 76,7 persen, meningkatkan efisiensi biaya, serta memperkuat daya saing farmasi Indonesia di pasar global.
INFOBAIK I BANDUNG,– PT Indofarma (Persero) Tbk berhasil meningkatkan penjualan ekspor sebesar 11,9 persen sepanjang tahun buku 2025. Capaian tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perbaikan kinerja perusahaan di tengah tantangan industri farmasi dan dinamika ekonomi global.
Perseroan menyampaikan pencapaian tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada 25 Juni 2026 di Jakarta. Dalam kesempatan yang sama, Indofarma juga menggelar Paparan Publik sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada pemegang saham, investor, dan seluruh pemangku kepentingan.
Pertumbuhan penjualan ekspor menunjukkan kemampuan Indofarma mempertahankan daya saing produk farmasi nasional di pasar internasional. Di tengah tekanan likuiditas dan perlambatan ekonomi global, perusahaan tetap mampu memperluas pasar ekspor sekaligus memperkuat fondasi bisnis jangka panjang.
Sepanjang tahun 2025, Indofarma membukukan penjualan bersih sebesar Rp151,5 miliar. Perseroan juga berhasil menekan rugi periode berjalan secara signifikan hingga 76,7 persen menjadi Rp77,9 miliar, dibandingkan rugi Rp334,5 miliar pada tahun 2024.
Perbaikan kinerja tersebut lahir dari berbagai langkah transformasi yang dijalankan secara konsisten dengan dukungan PT Bio Farma (Persero) sebagai Holding BUMN Farmasi dan Danantara Indonesia. Perseroan menjalankan program efisiensi, mengendalikan biaya operasional, serta mengoptimalkan proses bisnis secara menyeluruh.
Langkah strategis tersebut berhasil menurunkan beban umum dan administrasi sebesar 55,2 persen. Perseroan juga mencatat efisiensi biaya hingga 55,7 persen yang semakin memperkuat struktur keuangan perusahaan.
Dari sisi neraca, Indofarma berhasil memperbaiki defisiensi modal dari Rp1,144 triliun menjadi Rp707 miliar. Perseroan juga menurunkan liabilitas jangka pendek sebesar 58 persen sehingga kondisi keuangan perusahaan menjadi lebih sehat dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain mendorong pertumbuhan ekspor, Indofarma memperkuat kredibilitas dan daya saing produk melalui perolehan 29 sertifikasi dari berbagai lembaga nasional maupun internasional. Sertifikasi tersebut mencakup standar mutu, keamanan, dan kepatuhan yang menjadi modal penting untuk memperluas penetrasi pasar global.
Perseroan juga terus memperkuat portofolio bisnis melalui kepemilikan Nomor Izin Edar (NIE) untuk berbagai kelas terapi. Langkah tersebut membuka peluang pengembangan produk baru sekaligus mendukung ketahanan kesehatan nasional.
Kepercayaan terhadap tata kelola perusahaan juga semakin meningkat setelah Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian. Capaian tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga akuntabilitas dan menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Direktur Utama PT Indofarma (Persero) Tbk, Sahat Sihombing, menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi periode konsolidasi sekaligus penguatan fondasi bisnis perusahaan.
Menurut Sahat, berbagai program efisiensi dan optimalisasi yang dijalankan secara disiplin berhasil menghasilkan perbaikan kinerja yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Perseroan akan terus memperkuat daya saing melalui pengembangan portofolio produk, optimalisasi fasilitas produksi, dan penciptaan pertumbuhan yang lebih sehat serta berkelanjutan,"katanya, Kamis (25/6/2026)
RUPST juga menyetujui Laporan Tahunan Perseroan, mengesahkan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025, serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas pengelolaan perusahaan selama periode tersebut.
Memasuki tahun 2026, Indofarma akan melanjutkan transformasi melalui implementasi strategi Lean Manufacturing, re-balancing product portfolio, serta optimalisasi fasilitas produksi terutama pada lini produk steril dan obat bahan alam.
Melalui penguatan ekspor, peningkatan produktivitas, dan optimalisasi operasional, Indofarma menargetkan pertumbuhan bisnis yang lebih sehat sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pemain farmasi nasional yang mampu bersaing di pasar global.
