Perhutani Gandeng KDEKS Jabar, Genjot Wisata Ramah Muslim dan Percepat Sertifikasi Halal 2026

Perhutani dan KDEKS Jawa Barat berkolaborasi mengembangkan wisata ramah Muslim serta mempercepat Program Wajib Halal Oktober 2026 guna memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Jun 28, 2026 11:00 · 3 bulan lalu
Perhutani Gandeng KDEKS Jabar, Genjot Wisata Ramah Muslim dan Percepat Sertifikasi Halal 2026
Perhutani Gandeng KDEKS Jabar, Genjot Wisata Ramah Muslim dan Percepat Sertifikasi Halal 2026

INFOBAIK I BANDUNG – Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten (Divre Janten) memperkuat dukungannya terhadap pengembangan ekonomi syariah di Jawa Barat. Perhutani menggandeng Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Barat untuk menggenjot pariwisata ramah Muslim sekaligus mempercepat pelaksanaan Program Wajib Halal Oktober (WHO) 2026.

Kepala Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Yudha Suswardhanto, menerima kunjungan langsung Kepala Manajemen Pelaksana KDEKS Jawa Barat, Diana Sari, beserta jajaran.

Pertemuan itu membahas berbagai peluang sinergi dalam mengembangkan destinasi wisata ramah Muslim yang terintegrasi dengan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Kedua pihak juga menyoroti percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha melalui Program Wajib Halal Oktober 2026.

KDEKS Jawa Barat memaparkan sejumlah program prioritas yang bertujuan memperkuat daya saing ekonomi daerah. Salah satu fokus utama adalah mempercepat kepemilikan sertifikat halal bagi pelaku usaha agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar.

Kepala Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Yudha Suswardhanto, menegaskan kesiapan Perhutani untuk mendukung penuh berbagai strategi program tersebut.

“Perhutani mendukung pengembangan ekosistem halal, pariwisata ramah Muslim, serta percepatan Program Wajib Halal Oktober 2026. Kami siap bersinergi dalam program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Yudha.

Menurutnya, kawasan hutan yang dikelola Perhutani memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata ramah Muslim yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menghadirkan fasilitas dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim.

Sementara itu, Kepala Manajemen Pelaksana KDEKS Jawa Barat, Diana Sari, mengapresiasi berbagai positif dari Perhutani. Ia menilai keterbukaan Perhutani menjadi modal penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Jawa Barat.

“Kami berharap komunikasi yang sudah terjalin dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah dan pariwisata ramah Muslim di Jawa Barat,” kata Diana.

Kolaborasi tersebut diyakini mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, terbukanya lapangan kerja baru, hingga tumbuhnya destinasi wisata berbasis nilai-nilai syariah yang kompetitif.

Melalui audiensi ini, Perhutani dan KDEKS Jawa Barat berkomitmen memperkuat sinergi untuk membangun ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan.

Langkah tersebut sekaligus membuka peluang baru bagi Jawa Barat untuk tampil sebagai salah satu pusat pengembangan wisata ramah Muslim dan industri halal nasional.

Sebagai badan usaha milik negara yang mengelola sumber daya hutan negara di Pulau Jawa dan Madura, Perhutani terus mendorong pemanfaatan kawasan hutan yang produktif, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta perekonomian daerah.