Prediksi Timnas Indonesia Vs Thailand: Kembalinya Thom Haye Perkuat Strategi Herdman di Final ASEAN Cup

Prediksi Timnas Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Kembalinya Thom Haye dan ketajaman Mitchell Baker jadi kekuatan Skuad Garuda.

Oct 5, 2026 16:00 · 1 hari lalu
Prediksi Timnas Indonesia Vs Thailand: Kembalinya Thom Haye Perkuat Strategi Herdman di Final ASEAN Cup
Prediksi Timnas Indonesia Vs Thailand: Kembalinya Thom Haye Perkuat Strategi Herdman di Final ASEAN Cup/ Bola.com

INFOBAIK I JAKARTA – Timnas Indonesia memiliki modal penting menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB. 

Kembalinya Thom Haye setelah menjalani hukuman skorsing menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat keseimbangan permainan Skuad Garuda.

BACA JUGA:Indonesia Lolos Dramatis ke Final FIFA ASEAN Cup

Pelatih John Herdman diperkirakan tidak akan melakukan perubahan besar terhadap komposisi tim yang telah mengantarkan Indonesia melaju ke partai puncak. Formasi 3-4-3 kemungkinan kembali menjadi pilihan utama untuk menghadapi Thailand.

Di posisi penjaga gawang, Maarten Paes berpeluang kembali mendapat kepercayaan sejak menit pertama. Paes memiliki catatan positif setelah mampu mencatatkan clean sheet saat Indonesia menghadapi Singapura dan Malaysia pada fase grup.

Sementara itu, trio Rizky Ridho, Elkan Baggott, dan Justin Hubner diproyeksikan menjadi fondasi pertahanan. Ketiganya tidak hanya dituntut meredam serangan Thailand, tetapi juga berperan dalam membangun serangan dari lini belakang.

Thom Haye Kembali Menjadi Pengatur Permainan

Kehadiran Thom Haye dapat menjadi pembeda dalam permainan Indonesia. Gelandang berusia 31 tahun tersebut sebelumnya harus absen karena skorsing setelah menerima kartu merah ketika menghadapi Malaysia.

Haye diperkirakan kembali berduet dengan Joey Pelupessy di lini tengah. Pelupessy dapat menjalankan peran sebagai penjaga keseimbangan dan pemutus serangan lawan, sedangkan Haye memiliki ruang lebih besar untuk mengatur distribusi bola.

Kombinasi tersebut memberikan Herdman dua karakter berbeda di lini tengah. Pelupessy dapat bekerja dalam aspek defensif, sementara Haye diharapkan mampu menghubungkan lini tengah dengan trio penyerang.

Di sektor sayap, Kevin Diks kemungkinan kembali mengisi sisi kanan. Calvin Verdonk diprediksi menempati posisi di sisi kiri dengan tugas membantu pertahanan sekaligus memberikan dukungan ketika Indonesia membangun serangan.

Mitchell Baker Jadi Tumpuan Lini Depan

Perhatian juga akan tertuju kepada lini depan Indonesia. Mitchell Baker menjadi salah satu pemain paling produktif sepanjang fase grup dengan torehan lima gol.

Ketajaman tersebut membuat Baker berpeluang kembali menjadi ujung tombak dalam skema tiga penyerang Herdman. Pemain berusia 19 tahun itu dapat menjadi target utama umpan dari lini tengah maupun kedua sisi lapangan.

Baker kemungkinan ditemani Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny. Ragnar dapat memberikan ancaman melalui pergerakan dari sisi kiri, sedangkan Romeny memiliki mobilitas untuk membuka ruang di pertahanan Thailand.

Indonesia sendiri mencetak 11 gol sepanjang fase grup. Produktivitas tersebut menjadi modal penting setelah Skuad Garuda sempat mengalami kesulitan membongkar pertahanan Singapura dan Malaysia.

Herdman masih memiliki sejumlah opsi dari bangku cadangan, termasuk Luke Vickery, Egy Maulana Vikri, dan Rayhan Hannan. Pergantian pemain dapat menjadi senjata apabila Indonesia membutuhkan perubahan tempo permainan.

Prediksi Starting XI Indonesia

Dengan mempertimbangkan komposisi pemain dan pola permainan yang digunakan sepanjang turnamen, Indonesia diprediksi tetap menggunakan skema 3-4-3.

Timnas Indonesia (3-4-3): Maarten Paes; Rizky Ridho, Elkan Baggott, Justin Hubner; Kevin Diks, Thom Haye, Joey Pelupessy, Calvin Verdonk; Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, Mitchell Baker.

Pelatih: John Herdman

Final melawan Thailand akan menjadi ujian berbeda bagi Indonesia. Setelah tampil produktif di fase grup, Skuad Garuda kini harus membuktikan bahwa ketajaman lini depan dan keseimbangan permainan mampu menghadapi lawan dengan organisasi permainan yang lebih disiplin.