SBY Melukis di Tahura Bandung, Keindahan Alam dan Pesona Gua Belanda Jadi Inspirasi

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melukis keindahan Tahura Djuanda Bandung selama dua jam. SBY juga menanam pohon rasamala di kawasan Gua Belanda.

Oct 19, 2026 20:00 · 9 jam lalu
SBY Melukis di Tahura Bandung, Keindahan Alam dan Pesona Gua Belanda Jadi Inspirasi
SBY Melukis di Tahura Bandung, Keindahan Alam dan Pesona Gua Belanda Jadi Inspirasi/ Facebook

INFOBAIK I BANDUNG – Keindahan alam Taman Hutan Raya (Tahura) Ir H Djuanda, Kota Bandung, menjadi sumber inspirasi bagi Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menyalurkan hobi melukis. Selama sekitar dua jam, SBY mengabadikan panorama pepohonan, lembah, dan perbukitan di atas kanvas.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026, dengan mengambil lokasi di kawasan Gua Belanda, salah satu destinasi yang berada di dalam Tahura Ir H Djuanda.

Di tengah suasana hutan yang rindang dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, SBY tampak menikmati proses melukis pemandangan alam. Aktivitas ini menjadi cara tersendiri bagi mantan kepala negara tersebut untuk menikmati keindahan lingkungan melalui karya seni.

Kepala Tahura Ir H Djuanda, Lutfi Erizka, mengatakan pemilihan lokasi tersebut berawal dari keinginan SBY mencari tempat dengan suasana alami untuk menuangkan ide kreatifnya.

"Beliau kan lagi berkegiatan di Bandung, terus mencari salah satu spot yang inginnya itu betul-betul alami untuk menyalurkan hobi melukis," ujar Lutfi, Minggu (18/10/2026)

BACA JUGA: Demokrat Terima Permintaan Maaf Akun YouTube Terkait Isu Ijazah Jokowi, Tegaskan SBY Tak Terlibat

Menurut Lutfi, pengelola Tahura sempat merekomendasikan beberapa lokasi yang memiliki panorama menarik, di antaranya Gua Jepang, Gua Belanda, dan Tebing Keraton. Setelah mempertimbangkan sejumlah pilihan, SBY akhirnya memutuskan melukis di kawasan Gua Belanda.

Lokasi tersebut dinilai memiliki karakter lanskap yang sesuai untuk menghasilkan lukisan dengan komposisi visual yang kaya. Perpaduan pepohonan, lembah, dan perbukitan memberikan kedalaman pemandangan yang dapat dituangkan ke dalam karya seni.

Dalam seni lukis, komposisi objek di bagian depan, tengah, dan belakang menjadi salah satu unsur yang membangun perspektif. Susunan tersebut memungkinkan sebuah lukisan menghadirkan kesan ruang sehingga pemandangan terlihat lebih hidup.

Lutfi mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari petugas pengamanan presiden, SBY menginginkan pemandangan dengan beberapa lapisan visual untuk memperkuat hasil lukisannya.

"Jadi memang inginnya beliau ada pemandangan dengan beberapa layer, ada layer depannya, ada layer tengah, dan ada layer ujungnya juga," kata Lutfi.

Lukisan Belum Selesai, Detail Akan Disempurnakan

Proses melukis berlangsung sekitar dua jam, mulai pukul 15.30 WIB hingga 17.30 WIB. Dalam waktu tersebut, SBY mengerjakan sebagian besar komposisi pemandangan Tahura, dengan objek utama berupa pepohonan, lembah, dan perbukitan.

Meski demikian, lukisan tersebut belum sepenuhnya rampung ketika SBY meninggalkan lokasi. Menurut Lutfi, karya itu baru mencapai sekitar 60 persen dan rencananya akan dilanjutkan di kediaman SBY untuk menyempurnakan sejumlah detail.

"Lukisan itu kemarin info dari beliau baru selesai 60 persen, tetapi akan diselesaikan di kediamannya secara detail," ujar Lutfi.

Pengerjaan lanjutan tersebut memungkinkan SBY memperhalus bagian-bagian tertentu agar sesuai dengan gambaran pemandangan yang ingin dihadirkan dalam lukisannya.

Tak Hanya Melukis, SBY Juga Menanam Pohon

Kunjungan SBY ke Tahura tidak hanya diisi dengan kegiatan seni. Pada kesempatan yang sama, ia juga melakukan penanaman pohon rasamala di sekitar kawasan Gua Belanda.

Kegiatan tersebut menambah dimensi lain dari kunjungannya, yakni perpaduan antara apresiasi terhadap keindahan alam dan perhatian terhadap kelestarian lingkungan.

Bagi pengelola Tahura, kehadiran SBY menjadi pengalaman istimewa. Selain memberikan kesempatan bagi kawasan konservasi tersebut untuk dinikmati melalui perspektif seni, kunjungan itu juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi jajaran pengelola.

Lutfi menyampaikan apresiasi atas kunjungan mantan presiden tersebut, terutama karena Tahura dipilih sebagai tempat untuk menjalankan aktivitas pribadi yang berkaitan dengan alam dan kreativitas.

Tahura Ir H Djuanda sendiri dikenal sebagai kawasan hutan konservasi yang menawarkan bentang alam hijau di wilayah Bandung. Keberadaan pepohonan, perbukitan, serta sejumlah situs bersejarah menjadikannya salah satu ruang terbuka yang memiliki nilai ekologis sekaligus daya tarik wisata.

Melalui kanvasnya, SBY berupaya menangkap karakter pemandangan tersebut. Sementara itu, penanaman pohon rasamala menjadi bagian lain dari aktivitasnya selama berada di kawasan hutan yang berada di utara Kota Bandung itu.