Serikat Pekerja Bandung Zoo Apresiasi Skema Walikota Bandung, Ada Titik Terang di Tengah Konflik Panjang

Serikat Pekerja Bandung Zoo Apresiasi Skema Walikota Bandung, Ada Titik Terang di Tengah Konflik Panjang

Mar 2, 2026 14:41 · 7 bulan lalu
Serikat Pekerja Bandung Zoo Apresiasi Skema Walikota Bandung, Ada Titik Terang di Tengah Konflik Panjang
Serikat Pekerja Bandung Zoo Apresiasi Skema Walikota Bandung, Ada Titik Terang di Tengah Konflik Panjang

INFOBAIK I BANDUNG, — Harapan baru mulai muncul bagi ratusan pekerja dan ratusan satwa di Bandung Zoo. Serikat Pekerja Mandiri Derenten (SPMD), wadah resmi karyawan kebun binatang legendaris di jantung Kota Bandung itu, secara terbuka mengapresiasi skema solusi yang ditawarkan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Skema tersebut dinilai sebagai titik temu setelah persoalan Bandung Zoo berlarut-larut tanpa kejelasan, bahkan sempat berujung pada penutupan operasional.

Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i, mengungkapkan bahwa pertemuan antara perwakilan karyawan dengan tim yang diutus langsung oleh wali kota mulai membuka jalan keluar yang konkret.

“Kami sudah bertemu dengan utusan wali kota untuk mengambil solusi setelah Bandung Zoo ditutup. Dari pertemuan itu, arah penyelesaian mulai terlihat,” ujar Sulhan, Senin (2/3/2026)

Menurut Sulhan, solusi yang ditawarkan Farhan merupakan langkah taktis untuk meredam konflik yang selama ini terus memanas. Ia menyoroti adanya dugaan manuver sejumlah pihak yang justru memperkeruh situasi, sehingga penyelesaian Bandung Zoo terkesan berjalan di tempat.

Sebelumnya, Wali Kota Farhan menyampaikan empat skema utama penyelesaian Bandung Zoo, yakni:

Keberlangsungan pekerja,

Penyelamatan sumber air dan kawasan lindung,

Penyelamatan lahan, serta

Pelestarian warisan sejarah.

Bagi para pekerja, keempat poin tersebut dinilai sudah mencerminkan kebutuhan utama mereka.

“Empat skema itu mencakup apa yang kami perjuangkan. Keberlangsungan bekerja di tempat yang sama adalah hal mendasar, sekaligus menjaga tradisi dan budaya yang selama ini menjadi ikon Bandung Zoo,” tegas Sulhan.

Namun demikian, Sulhan juga mengungkapkan adanya hambatan komunikasi antara pekerja dan pemerintah kota. Ia menyebut, selama ini pesan wali kota kerap tidak tersampaikan secara utuh karena ulah pihak-pihak tertentu yang menangani persoalan Bandung Zoo secara tidak sungguh-sungguh.

“Itulah yang membuat para pekerja tidak nyaman. Banyak hal tidak tersampaikan dengan jelas. Karena itu kami meminta satu pintu komunikasi agar penyelesaian Bandung Zoo tidak disusupi kepentingan,” ungkapnya.

Persoalan Bandung Zoo, lanjut Sulhan, tidak bisa dipandang sebelah mata. Konflik ini menyangkut banyak aspek sekaligus: politik, sosial, ekonomi, hingga konservasi satwa. Penyelesaian setengah-setengah justru dikhawatirkan meninggalkan masalah baru di kemudian hari.

Saat ini, Bandung Zoo tercatat memiliki 711 ekor satwa yang harus tetap terjaga kesejahteraannya. Sebanyak 123 pekerja masih berkomitmen menjalankan tugas seperti biasa, meski di tengah ketidakpastian.

“Bagi kami, satwa bukan sekadar objek kerja. Mereka sudah menjadi bagian dari hidup kami selama puluhan tahun. Menjaga mereka berarti ikut menyelamatkan Bandung Zoo,”katanya

Adanya skema dari Wali Kota Bandung, para pekerja berharap konflik panjang ini benar-benar berujung pada solusi menyeluruh — bukan sekadar janji — demi masa depan Bandung Zoo, pekerja, dan ratusan satwa yang bergantung di dalamnya.