XL Axiata Dukung Penuh eSIM dan Biometrik, Siap Pimpin Transformasi Digital Telekomunikasi Nasional

Kebijakan ini resmi tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nomor 7 Tahun 2025 serta Surat Edaran Dirjen Ekosistem Digital Nomor 5 Tahun 2025.

Apr 12, 2025 10:35 · 1 tahun lalu
XL Axiata Dukung Penuh eSIM dan Biometrik, Siap Pimpin Transformasi Digital Telekomunikasi Nasional
XL Axiata Dukung Penuh eSIM dan Biometrik, Siap Pimpin Transformasi Digital Telekomunikasi Nasional

INFOBAIK I JAKARTA,– PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menyatakan komitmen dan dukungan penuhnya terhadap kebijakan baru pemerintah terkait pemanfaatan teknologi Embedded Subscriber Identity Module (eSIM) dan pemutakhiran data pelanggan melalui verifikasi biometrik. 

Kebijakan ini resmi tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nomor 7 Tahun 2025 serta Surat Edaran Dirjen Ekosistem Digital Nomor 5 Tahun 2025.

Kebijakan tersebut diumumkan dalam acara sosialisasi yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital pada Jumat (11/4), dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, serta jajaran pimpinan operator seluler, termasuk Presiden Direktur & CEO XL Axiata Rajeev Sethi dan Direktur Yessie D. Yosetya.

Menteri Meutya Hafid menekankan pentingnya kebijakan ini untuk menjaga ruang digital Indonesia dari penyalahgunaan layanan. “Langkah ini bukan hanya soal teknis, ini soal tanggung jawab bersama untuk menjaga ruang digital Indonesia agar tetap aman dan nyaman,” ujarnya.

Menanggapi kebijakan ini, Rajeev Sethi menyampaikan kesiapan XL Axiata untuk mengimplementasikan teknologi eSIM dan biometrik. “Kami terus berinovasi demi menghadirkan layanan yang lebih aman, efisien, dan terpercaya. Ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mempercepat transformasi digital nasional,” katanya.

Teknologi eSIM yang akan disertai dengan verifikasi biometrik seperti face recognition ini memungkinkan proses registrasi pelanggan yang lebih aman. Data biometrik akan langsung divalidasi ke database Direktorat Jenderal Dukcapil, sehingga hanya satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang bisa digunakan maksimal untuk tiga nomor telepon.

XL Axiata sendiri telah lebih dulu menjadi pionir dalam adopsi teknologi ini. Sejak September 2024, perusahaan telah melakukan uji coba registrasi kartu prabayar berbasis biometrik, membuktikan fleksibilitas layanan ini yang dapat diakses dari berbagai perangkat, kapan pun dan di mana pun.

Dalam acara sosialisasi tersebut, juga dilakukan simulasi langsung registrasi kartu dengan teknologi biometrik. Hasilnya menunjukkan akurasi tinggi dan ketahanan sistem dalam beradaptasi dengan berbagai kondisi pengguna di lapangan.

“Kami percaya bahwa eSIM dan biometrik adalah masa depan. Ini bagian dari roadmap kami menuju layanan digital sepenuhnya. Dengan infrastruktur yang kuat dan fokus pada keamanan data, kami siap memimpin perubahan ini,” tegas Rajeev Sethi.

Kehadiran seluruh operator besar dalam acara ini mencerminkan semangat kolaborasi industri dalam membangun ekosistem digital nasional yang aman, transparan, dan terpercaya bagi seluruh masyarakat Indonesia.