Dari Bahan Guyonan Jadi Kebanggaan, Patung Macan Putih Viral Ini Resmi Jadi Ikon Baru Kediri
Awalnya hanya jadi bahan candaan warganet karena bentuknya yang dianggap “menggemaskan”.
INFOBAIK I BANDUNG,-Awalnya hanya jadi bahan candaan warganet karena bentuknya yang dianggap “menggemaskan”.
Namun siapa sangka, patung macan putih di Kediri kini justru menjelma menjadi magnet baru yang menggerakkan ekonomi warga sekaligus memperkuat identitas lokal. Dari viral di media sosial hingga menghiasi kaos dan boneka, patung ini perlahan naik kelas menjadi ikon kebanggaan daerah.
Patung macan putih tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah sejumlah unggahan di TikTok memperlihatkan kawasan di sekitarnya kini rutin dijadikan lokasi Car Free Day (CFD) setiap Minggu. Warga memadati area patung, mulai dari sekadar berfoto, berolahraga, hingga berbelanja jajanan dan suvenir khas yang kini ikut bermunculan.
Tak berhenti sebagai spot foto, patung macan putih mulai dimanfaatkan sebagai ikon ekonomi kreatif. Gambar macan putih kini dicetak di berbagai suvenir seperti kaos, bahkan diolah menjadi boneka lucu yang banyak diminati pengunjung.
Fenomena ini terlihat jelas dari kolom komentar unggahan media sosial yang dipenuhi respons positif.
Sejumlah warganet pun memberikan apresiasi khusus kepada sang pembuat patung, Suwari, yang akrab disapa Mbah Suwari. Mereka menilai karya tersebut justru membawa berkah bagi masyarakat sekitar.
“Jangan lupa sama Mbah Suwari yang bikin patung. Kalau laris manis,” tulis akun TikTok Feni Fitri Lestari, yang mewakili banyak komentar serupa.
Di balik viralitasnya, patung macan putih ternyata bukan karya asal-asalan. Dilansir dari laman unesa.ac.id, Kepala Desa setempat Safi’i menjelaskan bahwa monumen ini merupakan hasil musyawarah desa yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga pemuda setempat.
Nama Macan Putih sendiri diambil dari legenda lokal yang telah lama hidup dalam tradisi lisan warga. Dalam kepercayaan masyarakat, macan putih melambangkan sosok penjaga desa yang dipercaya melindungi dari marabahaya dan energi negatif.
Patung tersebut dikerjakan oleh Suwari selama 19 hari dengan penuh dedikasi. Meski sempat menuai pro dan kontra akibat tampilannya yang tak biasa, Suwari memandang karyanya sebagai bagian dari ekspresi budaya dan identitas lokal yang sarat makna.
Kini, patung macan putih tak lagi sekadar viral sesaat. Ia telah menjelma menjadi simbol baru Kediri—bukti bahwa karya lokal, meski berawal dari olok-olok, bisa tumbuh menjadi kebanggaan bersama dan penggerak ekonomi rakyat.
