KAI Daop 2 Bandung Miliki Aset Strategis 29 Juta Meter Persegi di Jawa Barat
Aset-aset tersebut tersebar di 15 kota dan kabupaten di wilayah Provinsi Jawa Barat, mencakup tanah, rumah dinas perusahaan, serta bangunan operasional dan non-operasional yang memiliki nilai strategis tinggi.
INFOBAIK I BANDUNG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat kepemilikan aset strategis dengan total luasan mencapai 29.575.494 meter persegi. Aset-aset tersebut tersebar di 15 kota dan kabupaten di wilayah Provinsi Jawa Barat, mencakup tanah, rumah dinas perusahaan, serta bangunan operasional dan non-operasional yang memiliki nilai strategis tinggi.
Manager Humasda Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa seluruh aset tersebut merupakan milik negara yang dikelola oleh KAI dengan bukti kepemilikan yang sah secara hukum.
“Sebagai upaya untuk pengamanan, penyelamatan, dan optimalisasi aset di wilayah Daop 2 Bandung, KAI melakukan sinergi aktif dengan BPN Provinsi Jawa Barat, pemerintah kabupaten/kota, Kejari, dan instansi terkait,” ujar Kuswardojo, Kamis (22/5/2025).
Keberadaan aset strategis ini tidak hanya menopang penyelenggaraan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan berkelanjutan, tetapi juga membuka peluang besar untuk pengembangan bisnis dan kerja sama strategis di masa mendatang.
Langkah konkret yang dilakukan KAI meliputi inventarisasi, legalisasi, dan sertifikasi seluruh aset demi memastikan keabsahan kepemilikan sekaligus melindungi dari potensi penyerobotan atau penyalahgunaan lahan.
“Sebagai BUMN yang mengemban amanah publik, KAI memastikan semua aset dikelola berdasarkan prinsip Good Corporate Governance dan digunakan sesuai peruntukannya. Ini merupakan bagian dari komitmen KAI mendukung pembangunan nasional lewat penyediaan transportasi rel yang efisien, modern, dan berkelanjutan,” tambah Kuswardojo.
Dengan pengelolaan aset yang terencana dan kolaboratif, KAI Daop 2 Bandung semakin memperkuat peran strategisnya dalam mendukung konektivitas, pertumbuhan ekonomi daerah, serta menciptakan peluang investasi yang menjanjikan di sektor transportasi berbasis rel.
