Mahasiswa Universitas Respati Yogyakarta Edukasi Ibu Arisan Soal Bahaya Hipertensi
Mahasiswa Universitas Respati Yogyakarta menggelar penyuluhan hipertensi bagi ibu-ibu arisan di Perum Korpri Sambiroto. Edukasi kesehatan ini terbukti meningkatkan pengetahuan peserta tentang bahaya dan pencegahan hipertensi.
INFOBAIK I BANDUNG ,– Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya hipertensi terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukasi kesehatan. Salah satunya dilakukan oleh mahasiswa Universitas Respati Yogyakarta yang menggelar penyuluhan kesehatan bagi kelompok ibu arisan di Perum Korpri UPN, Sambiroto, Minggu (18/1/2026)
Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik mata kuliah Intervensi Komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan hipertensi. Penyuluhan ini dipandu oleh dua mahasiswa, Bernadet Putri Anjali dan Nurlatifah Syifaun Qalbi, dengan sasaran ibu-ibu berusia 32 hingga 65 tahun.
Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Para mahasiswa menggunakan metode ceramah, diskusi, serta pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan setelah kegiatan berlangsung.
Metode ceramah dipilih karena dinilai efektif menyesuaikan dengan waktu arisan yang terbatas. Sementara sesi tanya jawab dilakukan untuk mendorong partisipasi aktif peserta dalam memahami materi yang disampaikan.
Materi Penyuluhan Hipertensi
Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai materi penting terkait hipertensi, mulai dari pengertian penyakit, gejala yang sering muncul, klasifikasi hipertensi, hingga faktor risiko dan langkah-langkah pencegahannya.
Peserta terlihat sangat aktif selama sesi diskusi. Awalnya penyuluh membuka kesempatan bagi tiga orang untuk bertanya, namun ternyata terdapat empat peserta yang ingin menyampaikan pertanyaan.
Beberapa pertanyaan yang muncul antara lain mengenai penyebab tekanan darah yang tiba-tiba meningkat, apakah obat hipertensi boleh dihentikan ketika kondisi sudah membaik, hingga apakah makanan tertentu dapat memicu hipertensi.
Menanggapi hal tersebut, penyuluh menjelaskan bahwa hipertensi dapat dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya pola makan yang tidak sehat seperti konsumsi makanan tinggi natrium atau garam, makanan cepat saji, serta kurangnya asupan buah dan sayur.
Selain itu, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta kurang aktivitas fisik juga menjadi faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami hipertensi.
Pentingnya Konsumsi Obat Secara Rutin
Mahasiswa juga menekankan bahwa pasien yang telah didiagnosis hipertensi harus menjalani pengobatan secara rutin dan tidak boleh menghentikan konsumsi obat tanpa anjuran dokter.
Jika pengobatan dihentikan secara tiba-tiba, tekanan darah dapat melonjak kembali dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal.
Tak hanya itu, peserta juga menanyakan apakah makanan yang diproses dengan cara dibakar atau grill dapat memicu penyakit tertentu.
Penyuluh menjelaskan bahwa makanan grill sering kali menggunakan proses marinasi dengan kandungan garam tinggi. Selain itu, proses pembakaran dapat menghasilkan zat karsinogenik yang berpotensi meningkatkan risiko hipertensi dan kanker jika dikonsumsi berlebihan.
Hasil Evaluasi Penyuluhan
Setelah kegiatan selesai, mahasiswa melakukan evaluasi dengan membandingkan hasil pretest dan posttest yang telah diisi oleh peserta.
Hasil analisis menunjukkan nilai p-value sebesar 0,009 yang menandakan data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis dilakukan menggunakan nilai median.
Dari hasil tersebut diketahui bahwa median nilai posttest lebih tinggi dibandingkan median pretest. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan.
Dengan demikian, kegiatan penyuluhan yang dilakukan mahasiswa Universitas Respati Yogyakarta dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu-ibu arisan mengenai bahaya hipertensi serta pentingnya pencegahan sejak dini.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat guna mencegah penyakit hipertensi yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia.
