Menilik Posisi Dapur Menurut Islam: Lebih Baik di Belakang, Tengah, atau Samping?
Umumnya dapur berada di belakang rumah, jauh dari pintu masuk. Ukuran rumah besar atau kecil, pasti berada di belakang.
INFOBAIK I BANDUNG,- Umumnya dapur berada di belakang rumah, jauh dari pintu masuk. Ukuran rumah besar atau kecil, pasti berada di belakang. Namun, ada juga yang berada di tengah dan samping rumah. Lantas, posisi dapur mana yang lebih baik?
Jika menilik ajaran Islam, dilansir dari islamicity.org, posisi dapur yang dianjurkan adalah berada di belakang rumah. Dapur yang berada di belakang lebih tertutup dan tidak terlihat oleh orang di luar atau tamu. Seperti yang kita tahu, dapur merupakan ruang di mana perempuan paling banyak menghabiskan waktu. Dengan penempatan dapur di bagian belakang rumah dapat menjaga pandangan dari luar ke dalam rumah.
Kemudian, dalam Islam juga dianjurkan dibuat sekat atau penutup antara dapur dengan ruangan lain. Tujuannya untuk mempermudah penghuni rumah leluasa melakukan kegiatannya tanpa harus merasa terganggu karena kehadiran tamu.
Paling penting adalah dapur harus memiliki ventilasi. Bentuknya boleh jendela atau hanya lubang bukaan. Fungsinya untuk sirkulasi udara dan penerangan tambahan. Apabila kamu tinggal di apartemen biasanya sudah ada cerobong khusus di atas dapur untuk menghisap asap. Model penyedot asap ini juga banyak digunakan di dapur-dapur restoran.
Jika dapur berada di dekat kamar mandi, pastikan pintu kamar mandi selalu dalam keadaan tertutup. Dalam sebuah Hadits riwayat Ibnu Majah, dijelaskan Rasulullah SAW pernah buang hajat di tempat yang jauh dan tidak terlihat oleh orang lain. Sikap Rasulullah SAW melandasi letak kamar mandi harus tertutup dan tidak di dekat area yang banyak dilalui orang.
خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَأْتِىالْبَرَازَ حَتَّى يَتَغَيَّبَ فَلاَ يُرَى
Artinya: "Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika safar, beliau tidak menunaikan hajatnya di daerah terbuka, namun beliau pergi ke tempat yang jauh sampai tidak nampak dan tidak terlihat." (HR Ibnu Majah).
