Dari Panggung Hiburan ke Senayan, Perjalanan Politik Nafa Urbach yang Kini Tersandung Kontroversi Tunjangan DPR
Nama Nafa Urbach bukanlah sosok baru bagi publik Indonesia. Puluhan tahun ia dikenal sebagai penyanyi slow rock era 90-an, aktris sinetron, hingga bintang video klip lagu-lagu populer.
INFOBAIK I BANDUNG, - Nama Nafa Urbach bukanlah sosok baru bagi publik Indonesia. Puluhan tahun ia dikenal sebagai penyanyi slow rock era 90-an, aktris sinetron, hingga bintang video klip lagu-lagu populer. Namun, siapa sangka perjalanan kariernya membawanya masuk ke gelanggang politik nasional dan kini menjadi sorotan akibat pernyataan kontroversial soal tunjangan DPR.
Nafa, yang lahir di Magelang pada 15 Juni 1980, memulai karier di dunia hiburan sejak usia belia. Suaranya yang khas membuatnya dikenal sebagai penyanyi slow rock dengan lagu-lagu sendu yang melekat di hati penikmat musik tanah air. Tak hanya itu, ia juga berakting di sinetron populer Deru Debu serta muncul di berbagai video klip, termasuk “Sephia” milik Sheila On 7.
Setelah lama berkiprah di dunia hiburan, Nafa mencoba peruntungannya di dunia politik. Ia sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPR pada Pemilu 2019, meski belum berhasil lolos. Tekadnya tak surut. Pada Pemilu 2024, ia kembali maju dari daerah pemilihan Jawa Tengah VI dan sukses memperoleh 67.652 suara, mengantarkannya duduk di Komisi IX DPR RI.
Di awal kiprahnya sebagai legislator, Nafa menuai apresiasi publik. Ia berjanji akan mendonasikan seluruh gaji dan tunjangan dewan untuk membantu masyarakat, khususnya para guru di dapilnya. Komitmen itu membuatnya dipandang berbeda dari banyak politisi lain.
Namun, perjalanan politik Nafa kini menghadapi ujian. Dalam sebuah siaran langsung di TikTok, ia memberi klarifikasi soal tunjangan rumah DPR sebesar Rp50 juta. Pernyataannya yang menyebut dana itu sebagai kompensasi atas dihapuskannya rumah jabatan dianggap publik tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi rakyat.
Gelombang kritik pun memuncak hingga Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem memutuskan menonaktifkan Nafa dari Fraksi NasDem DPR RI, bersama Ahmad Sahroni yang juga terseret kasus serupa. Sekjen NasDem, Hermawi Taslim, menegaskan keduanya dinilai melukai hati rakyat dan menyimpang dari garis perjuangan partai.
Kini, publik menilai perjalanan karier Nafa bagaikan dua sisi mata uang. Dari panggung hiburan yang membesarkan namanya, hingga politik yang membuka jalan baginya menjadi wakil rakyat, semua berubah drastis setelah satu pernyataan yang menuai badai kritik.

