Perluas Jangkauan Global, Bio Farma Dorong Kolaborasi dengan Rusia dan Negara EAEU

Bio Farma kini menjadi salah satu Perusahaan life science berdaya saing global.

Apr 15, 2025 11:59 · 1 tahun lalu
Perluas Jangkauan Global, Bio Farma Dorong Kolaborasi dengan Rusia dan Negara EAEU
Perluas Jangkauan Global, Bio Farma Dorong Kolaborasi dengan Rusia dan Negara EAEU

INFOBAIK I JAKARTA,- Bio Farma yang diwakili oleh Direktur Pengembangan Usaha Bio Farma, Yuliana Indriati,

menjadi salah satu narasumber pada Russia-Indonesia Business Forum. Kegiatan yang berlangsung 2 hari (14-15/4) di Jakarta, diselenggarakan oleh Rosscongress Foundation kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

Tujuannya membuka peluang kerjasama dan membangun hubungan antara Rusia dan Indonesia menjadi lebih kuat dan lebih menguntungkan.

Forum bisnis tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, diantaranya perwakilan pemerintah, pengusaha, akademisi, dan perwakilan dari berbagai organisasi riset dan pengembangan dari Indonesia, Rusia, perwakilan dari negara ASEAN dan EAEU (Uni Ekonomi Eurasia).

Direktur Pengembangan Usaha Bio Farma, Yuliana Indriati dalam sesi presentasinya memaparkan tentang peluang yang dapat ditawarkan oleh Bio Farma kepada peserta forum bisnis.

Ia memaparkan berangkat dari sebuah fasilitas produsen vaksin pada awal pendiriannya, Bio Farma kini menjadi salah satu Perusahaan life science berdaya saing global.

“Selain memproduksi vaksin, Bio Farma juga saat ini memasarkan produk radiofarmaka siklotron, salah satu yang pertama di Indonesia, serta penyediaan produk perangkat pemeriksaan dini (diagnostic-kit) untuk pengecekan Tuberkulosis di Indonesia,” paparnya.

Yuliana mengatakan sebagai holding BUMN di bidang farmasi, Bio Farma bersama anak perusahaannya telah berhasil menembus pasar global, dengan mengekspor produk ke lebih dari 150 negara. Ini mencerminkan kapasitas industri yang kuat dan kepercayaan internasional terhadap kualitas produk farmasi Indonesia.

Bahkan, beberapa waktu lalu Bio Farma telah menjalin hubungan dengan negara zona EAEU, diantaranya bekerjasama dengan lembaga riset di St. Petersburg, Rusia dan juga melakukan ekspor vaksin ke beberapa negara anggota EAEU melalui lembaga UNICEF maupun secara bilateral.

“Selain menciptakan kemandirian vaksin di dalam negeri. Saat ini, Bio Farma tengah aktif dalam meningkatkan taraf kesehatan global,” tuturnya.

Menurutnya, Bio Farma juga mendukung program dari GAVI, untuk menciptakan kemandirian vaksin di Kawasan Afrika.

GAVI menargetkan pada tahun 2040 benua Afrika telah memiliki industri vaksin secara mandiri, yang tersebar di berbagai negara Afrika.

Dalam hal ini Bio Farma memiliki peranan penting untuk mendorong kemandirian tersebut, dengan program capacity building serta transfer teknologi.

Yuliana menyebut

dengan keahlian di bidang riset dan pengembangan produk farmasi dan biologi, pengembangan produk skala global, serta transfer teknologi, Bio Farma melihat peluang besar untuk memperluas kolaborasi dengan mitra di kawasan Eurasia, khususnya dalam pengembangan produk biologis, farmasi, hingga radiofarmaka.

“Kedepan, potensi perluasan kolaborasi melalui skema transfer teknologi dinilai sangat strategis, untuk mendorong transformasi dari hubungan dagang konvensional menjadi kemitraan jangka panjang yang bernilai tambah,” ucapnya.

Forum bisnis ini membahas beragam isu diantaranya isu perdagangan, pertambangan, energi, transportasi & logistik, teknologi & digitalisasi, industri pertanian, industri halal, industri kreatif, pariwisata, pendidikan, dan dialog integrasi antara negara EAEU dan negara ASEAN.