PT INTI Cetak Overachievement RKAP Q1-2025, Tancap Gas Lewat Managed Service dan Produksi Kartu Prepaid

PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI (Persero) sukses mengawali tahun dengan pencapaian gemilang.

Apr 14, 2025 14:41 · 1 tahun lalu
PT INTI Cetak Overachievement RKAP Q1-2025, Tancap Gas Lewat Managed Service dan Produksi Kartu Prepaid
PT INTI Cetak Overachievement RKAP Q1-2025, Tancap Gas Lewat Managed Service dan Produksi Kartu Prepaid

INFOBAIK I BANDUNG – PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI (Persero) sukses mengawali tahun dengan pencapaian gemilang.

Perusahaan mencatatkan overachievement pendapatan induk sebesar 139,10% terhadap Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2025 di Kuartal 1. Mayoritas kontribusi berasal dari lini bisnis Managed Service dan produksi kartu prepaid.

“Tahun 2024 menjadi periode yang cukup menantang bagi Perusahaan, dan ketika Kuartal 1 tahun 2025 ditutup dengan catatan overachievement Revenue Induk hingga 139,10% dari RKAP, ini menjadi bukti komitmen Perseroan untuk terus fokus back on track,” ujar Gema Alfarisi Deri, Vice President Corporate Secretary PT INTI (Persero), Senin (14/4/2025)

Capaian itu juga didukung lonjakan year on year Sales Growth sebesar 124,85%, terutama berkat keberhasilan proyek Managed Service bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan produksi kartu prepaid untuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri).

Dalam proyek Managed Service bersama Bank BRI, PT INTI bertindak sebagai Managed Service Provider (MSP) dengan lingkup layanan mencakup instalasi, pengelolaan, dan pemeliharaan perangkat IT di 2.096 unit kerja operasional BRI Zona 5 (Malang, Surabaya, dan Denpasar). Proyek ini telah berjalan berkelanjutan sejak 2019, dan diproyeksikan akan terus berlanjut.

Sementara dari lini manufaktur kartu, PT INTI berhasil memproduksi 642.899 unit kartu prepaid untuk Bank Mandiri pada Q1-2025, yang merupakan bagian dari total target 1,7 juta unit tahun ini. Ke depan, INTI menargetkan peningkatan kapasitas produksi hingga 1 juta unit kartu per bulan, menyasar kartu debit GPN dan kartu prepaid perbankan lainnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai transaksi e-money di Indonesia terus meningkat, mencapai Rp1,6 kuadriliun pada Januari–Agustus 2024. Menyikapi tren ini, Delvia Damayanti, Executive GM Sales & Marketing PT INTI, menegaskan potensi pasar yang besar untuk sektor kartu elektronik. “Tahun ini, terdapat potensi market share sekitar Rp3,12 triliun yang bisa digarap,” ungkapnya.

Transformasi Agresif 2025

Keberhasilan di awal tahun menjadi pijakan untuk strategi transformasi lebih agresif. Perusahaan menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam kerangka kerja yang lebih lincah, seperti:

Strengthening Products & Strategic Portfolio

Financial Transformation & Capital Increase

Organizational Synergy & Transformation

Selain itu, fokus juga diberikan pada peningkatan pertumbuhan bisnis berkelanjutan, optimalisasi aset dan operasi, serta efisiensi struktur keuangan.