Stasiun Chongqing Timur Pecahkan Rekor Dunia
Stasiun Kereta Api Timur Chongqing di China memecahkan rekor sebagai stasiun kereta terbesar di dunia dengan luas setara 170 lapangan sepak bola dan kapasitas 16.000 penumpang per jam.
INFOBAIK I CHINA,- Beroperasi penuh sejak Juni 2025, Stasiun Kereta Api Timur Chongqing di Chongqing berhasil menyandang predikat sebagai stasiun kereta api terbesar di dunia berdasarkan luas konstruksi.
Infrastruktur raksasa tersebut membentang hingga 1,22 juta meter persegi atau setara dengan sekitar 170 lapangan sepak bola standar internasional.
Pemerintah China menyelesaikan pembangunan stasiun megah itu dalam waktu 38 bulan dengan nilai investasi mencapai US$7,8 miliar atau sekitar Rp138,8 triliun. Kehadiran stasiun tersebut langsung menarik perhatian dunia karena menghadirkan konsep transportasi modern yang mengintegrasikan berbagai moda dalam satu kawasan.
Popularitas stasiun ini semakin meningkat setelah Elon Musk mengunggah video yang menampilkan kemegahan bangunan tersebut di platform X. Unggahan itu berhasil menarik puluhan juta penonton dari berbagai negara.
Stasiun Chongqing Timur mengusung desain vertikal delapan lantai yang memungkinkan penumpang berpindah moda transportasi secara cepat tanpa harus keluar dari gedung. Dalam satu kompleks, penumpang dapat langsung mengakses jaringan kereta cepat antarkota, kereta bawah tanah, terminal bus perkotaan dan antarkota, hingga area khusus taksi dan kendaraan daring.
Kemudahan integrasi tersebut menjadikan stasiun ini sebagai salah satu pusat transportasi paling modern di dunia. Pengelola stasiun merancang fasilitas tersebut untuk melayani hingga 16.000 penumpang setiap jam saat periode sibuk.
Untuk mendukung kapasitas besar tersebut, stasiun menyediakan 29 peron keberangkatan dan 15 jalur rel aktif yang melayani perjalanan ke berbagai wilayah di China. Jalur kereta cepat yang terhubung dengan stasiun ini mampu melayani kereta peluru dengan kecepatan hingga 350 kilometer per jam.
Melalui jaringan tersebut, Chongqing terhubung langsung dengan sejumlah kota besar seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, Chengdu, dan Xi'an. Konektivitas tersebut memperkuat peran Chongqing sebagai salah satu pusat ekonomi dan transportasi utama di kawasan barat daya China.
Selain mengandalkan skala bangunan yang masif, pengelola stasiun juga menerapkan teknologi canggih berbasis kecerdasan buatan. Sistem digital tersebut membantu mengatur arus penumpang, memberikan petunjuk arah pintar, serta meningkatkan efisiensi operasional harian.
Stasiun ini juga memanfaatkan atap kaca berukuran raksasa yang mampu memaksimalkan pencahayaan alami. Desain hemat energi tersebut membantu mengurangi konsumsi listrik sekaligus menciptakan ruang tunggu yang lebih nyaman bagi penumpang.
Kehadiran stasiun terbesar di dunia ini diperkirakan akan mendorong lonjakan sektor pariwisata di Chongqing. Kota yang terkenal dengan lanskap pegunungan unik, jalan layang bertingkat, monorel yang melintasi gedung, serta kuliner khas Sichuan Hotpot itu kini semakin mudah dijangkau wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dengan kapasitas besar, teknologi mutakhir, dan konektivitas yang luas, Stasiun Kereta Api Timur Chongqing tidak hanya memecahkan rekor dunia, tetapi juga memperkuat posisi China sebagai salah satu negara dengan infrastruktur transportasi paling maju di dunia.
