Viral: Brigitte Menoyor Wajah Presiden Macron di Tangga Pesawat, Simbol Keakraban atau Momen Canggung Diplomatik?
Sebuah rekaman video yang memperlihatkan momen tak biasa antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya, Brigitte Macron, telah menjadi perbincangan hangat di media sosial dan platform berita internasional.
INFOBAIK I HANOI, – Sebuah rekaman video yang memperlihatkan momen tak biasa antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya, Brigitte Macron, telah menjadi perbincangan hangat di media sosial dan platform berita internasional. Dalam video tersebut, Brigitte tampak menoyor wajah sang presiden dengan ringan saat mereka berada di pintu pesawat yang baru mendarat di Hanoi, Vietnam, Minggu (25/5/2025).
Video berdurasi beberapa detik yang direkam oleh jurnalis The Associated Press itu langsung viral dan menuai berbagai reaksi. Kantor kepresidenan Prancis kemudian mengonfirmasi bahwa insiden tersebut adalah bagian dari candaan akrab antara pasangan yang dikenal publik karena kisah cinta mereka yang unik.
"Mereka sedang bercanda," ujar juru bicara Istana Élysée, mencoba meredam spekulasi liar yang berkembang di internet.
Meski terlihat lucu dan sepele, momen ini mencuri sorotan justru di tengah kunjungan penting Presiden Macron ke Asia Tenggara. Vietnam adalah pemberhentian pertama dari tur sepekan Macron yang juga mencakup Indonesia dan Singapura. Kunjungan ini dipandang sebagai langkah strategis Prancis untuk memperkuat hubungan ekonomi dan diplomatik di kawasan Indo-Pasifik, terlebih setelah ancaman tarif impor dari Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.
Namun, dunia maya tampaknya lebih tertarik pada gestur spontan Brigitte dibanding agenda diplomatik Macron. Di platform X (dulu Twitter), tagar #MacronDitoyor bahkan sempat trending di Prancis dan beberapa negara Asia.
Antara Romantis dan Canggung
Brigitte Macron (72) dan Emmanuel Macron (47) memang telah lama menjadi sorotan publik karena perbedaan usia mereka dan awal mula hubungan keduanya—Brigitte adalah guru drama Macron saat ia masih remaja. Momen "toyoran" ini, bagi sebagian warganet, menjadi simbol keakraban pasangan lintas usia tersebut. Namun, tak sedikit pula yang menyebutnya sebagai momen canggung yang terjadi di waktu yang tidak tepat—di hadapan kamera dunia dan dalam konteks kunjungan kenegaraan.
Pengamat komunikasi politik dari Paris, Dr. Jean-Luc Moreau, menyebut insiden ini sebagai contoh bagaimana komunikasi non-verbal dalam diplomasi bisa menjadi sorotan besar. “Dalam dunia yang serba visual, satu gerakan bisa menenggelamkan pidato atau kesepakatan strategis," katanya.
Kunjungan Presiden Macron ke Asia Tenggara masih akan berlanjut dengan agenda di Jakarta dan Singapura. Namun, momen kecil di tangga pesawat ini telah menunjukkan satu hal: bahwa bahkan di tengah manuver geopolitik global, publik tetap tertarik pada sisi manusiawi dan spontan dari para pemimpinnya.
