Universitas Telkom Dorong Hilirisasi Sawit untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Kuliner Perempuan

Universitas Telkom dan BPDP mendorong hilirisasi sawit melalui inovasi oleofood untuk meningkatkan daya saing UMKM kuliner dan kemandirian ekonomi perempuan kepala keluarga.

Oct 25, 2026 16:00 · 4 jam lalu
 7
Universitas Telkom Dorong Hilirisasi Sawit untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Kuliner Perempuan
Universitas Telkom Dorong Hilirisasi Sawit untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Kuliner Perempuan

INFOBAIK I BANDUNG,– Inovasi produk dan penguatan keterampilan usaha menjadi salah satu upaya mendorong perempuan kepala keluarga meningkatkan pendapatan melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Melalui pemanfaatan bahan pangan berbasis oleofood atau produk turunan minyak sawit, Universitas Telkom mendorong pelaku usaha kuliner mengembangkan produk bernilai tambah dan memiliki daya saing di pasar.

Upaya tersebut diwujudkan melalui workshop Women Rise: Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga Melalui Inovasi Produk UMKM Kuliner Berbasis Oleofood yang diselenggarakan Center of Excellence Smart Tourism and Hospitality Universitas Telkom dengan dukungan pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP).

BACA JUGA:Telkom University dan APJII Sinergi Wujudkan Tata Kelola Internet Berbasis AI

Kegiatan yang berlangsung di Kampus Universitas Telkom, Kota Bandung, Sabtu (24/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia. 

Workshop ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas perempuan kepala keluarga pelaku UMKM kuliner, akademisi, mahasiswa, dan jurnalis.

Program tersebut menempatkan inovasi kuliner sebagai salah satu jalan untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan kepala keluarga. Selain meningkatkan keterampilan mengolah bahan pangan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan, pengemasan produk, hingga pemanfaatan media sosial untuk memperluas pasar.

Dekan Research Institute for Intelligent Business & Sustainable Economy Universitas Telkom, Dr. Dian Indayati, S.H., S.E., M.Si., mengatakan perguruan tinggi memiliki peran untuk menghadirkan manfaat pendidikan dan penelitian secara langsung bagi masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan potensi ekonominya.

"Kami berharap Women Rise menjadi contoh kolaborasi akademisi, pemerintah, dan mitra pendanaan dalam mendorong pemberdayaan perempuan kepala keluarga," kata Dian.

Ketua Center of Excellence Smart Tourism and Hospitality Universitas Telkom, Dr. Ersy Ervina, S.Sos., M.Par., menambahkan bahwa perguruan tinggi perlu mengambil peran lebih luas dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan inovasi.

Melalui program tersebut, Universitas Telkom berupaya membekali peserta agar tidak hanya mengenal produk turunan sawit untuk kebutuhan pangan, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk kuliner yang memiliki nilai jual.

"Melalui Center of Excellence Smart Tourism and Hospitality, kami menghadirkan pengetahuan, keterampilan, dan pendampingan agar para peserta tidak hanya memahami oleofood sawit, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk yang layak jual," tuturnya.

Kepala Dinas DP2KBP3A, Akhmad Panji Hernawan, menyampaikan kolaborasi Universitas Telkom dan BPDP diharapkan memberikan dampak bagi perempuan kepala keluarga pelaku UMKM dan komunitas perempuan kepala keluarga di Kabupaten Bandung Barat.

Menurut dia, pengembangan produk kuliner dapat menjadi salah satu upaya untuk membuka peluang usaha dan memperkuat kemampuan ekonomi keluarga.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan mitra pendanaan juga diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan, keterampilan, serta pendampingan usaha.

Hilirisasi Sawit Buka Peluang bagi UMKM Kuliner

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP, Irfan Suryawardana, yang menjadi pembicara utama dalam workshop tersebut, memaparkan peran BPDP dalam mendukung pemanfaatan produk turunan sawit, khususnya untuk memperluas peluang usaha di tingkat UMKM.

Menurut Irfan, hilirisasi menjadi salah satu aspek penting agar pemanfaatan hasil perkebunan kelapa sawit dapat memberikan nilai tambah yang menjangkau lebih banyak pelaku ekonomi, termasuk usaha skala kecil.

"Melalui BPDP, kami mendorong pemanfaatan produk turunan hasil oleofood agar bisa diakses dan dikembangkan oleh pelaku UMKM, termasuk para perempuan kepala keluarga pelaku usaha," ujarnya.

Pemanfaatan bahan pangan berbasis oleofood dinilai membuka peluang bagi pelaku usaha kuliner untuk mengembangkan variasi produk, meningkatkan kualitas pengolahan, serta menciptakan sajian yang mengikuti kebutuhan konsumen.

Sementara itu, dalam workshop tersebut, Sekti Raharjo, S.TP., MM., dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor membahas inovasi pemanfaatan produk oleofood untuk mendukung pengembangan usaha kuliner. Sementara itu, Dr. Yuviani Kusumawardhani menyampaikan materi mengenai manfaat penggunaan produk oleofood bagi kesehatan.

Materi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi produk turunan sawit kepada pelaku UMKM agar dapat dimanfaatkan secara tepat dalam pengembangan produk pangan.

Selain inovasi produk, peserta memperoleh materi mengenai pengelolaan usaha agar mampu membangun bisnis yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Dr. Eka Yuliana, S.T., M.S.M., CECP., CBC., membahas pengelolaan keuangan melalui teknologi finansial atau fintech. Materi ini berkaitan dengan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola arus kas dan memanfaatkan layanan keuangan digital untuk mendukung operasional bisnis.

Selanjutnya, Dr. Bethani Suryawardani, S.E., M.M., memberikan pembekalan mengenai pengemasan produk kuliner yang menarik. Adapun Dr. Chusnul Rofiah, S.E., M.M., CIQaR., mengulas optimalisasi media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran produk UMKM. Seluruh sesi materi dipandu oleh moderator Dr. Rahayu Sri Purnami, S.Si., MM.

Pembekalan tersebut diharapkan membantu peserta memahami bahwa pengembangan UMKM tidak hanya bergantung pada kualitas produk. Pengelolaan keuangan, kemasan, dan strategi pemasaran juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan untuk memperluas jangkauan konsumen.

Pada sesi kedua, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan produk kuliner berbahan hasil oleofood yang dipandu Chef Toni dan Chef Ilham bersama mahasiswa Universitas Telkom.

Dua menu yang diperagakan adalah silky pudding sebagai hidangan penutup dan gyoza yang disajikan menggunakan minyak merah sebagai chili oil.

Melalui demonstrasi tersebut, peserta mempelajari teknik pengolahan dan penyajian makanan yang berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha rumahan.

Praktik langsung ini menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan mengenai bahan pangan dengan keterampilan produksi. Dengan demikian, peserta diharapkan dapat mengeksplorasi variasi produk kuliner sesuai kebutuhan pasar dan kapasitas usahanya.

Ketua Panitia, Dr. Yuviani Kusumawardhani, S.E., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi peserta untuk mengembangkan usaha secara lebih mandiri.

"Harapan kami, para peserta berani berinovasi, mandiri secara finansial, dan tidak merasa berjalan sendiri. Ilmu hari ini baru langkah awal. Karena itu, kami berkomitmen terus mendampingi, agar setiap produk yang dihasilkan bisa berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan dan mengantarkan para perempuan kepala keluarga menuju kemandirian ekonomi,"pungkasnya