Bukan Sekadar Pelepas Dahaga, 5 Es Legendaris Bandung Ini Punya Sejarah Panjang

Lima es legendaris Bandung, mulai dari Es Cendol Elizabeth hingga Es Oyen, tetap bertahan di tengah tren minuman kekinian dan menjadi daya tarik wisata kuliner.

Oct 22, 2026 12:00 · 2 hari lalu
Bukan Sekadar Pelepas Dahaga, 5 Es Legendaris Bandung Ini Punya Sejarah Panjang
Bukan Sekadar Pelepas Dahaga, 5 Es Legendaris Bandung Ini Punya Sejarah Panjang/ Sindonews

INFOBAIK I BANDUNG,– Di tengah tren minuman kekinian, es tradisional Bandung tetap digemari.

Resep turun-temurun, cita rasa khas, dan loyalitas pelanggan membuatnya bertahan sebagai bagian dari kuliner Kota Kembang.

BACA JUGA: 3 Resep Es Campur Favorit untuk Buka Puasa

1. Es Cendol Elizabeth

Dirintis H. Rohman pada 1972 dengan gerobak keliling, Es Cendol Elizabeth kini menjadi ikon minuman tradisional Bandung. Cendol, santan, gula merah, dan es menjadi daya tarik utamanya. Pusatnya berada di Jalan Inhoftank Nomor 64 dan juga menyediakan es goyobod, batagor, serta baso tahu.

2. Es Goyobod

Es goyobod memadukan adonan hunkwe, kelapa, alpukat, kolang-kaling, dan roti dengan santan serta es. Meski berasal dari Garut, minuman ini telah lama dikenal di Bandung. Goyobod Kuno 1949 dan Es Goyobod Obi menjadi beberapa penjual yang masih bertahan.

3. Es Oyen

Es oyen berisi buah, agar-agar, kelapa, santan, sirup, dan es serut. Minuman ini populer melalui penjual di kawasan Sukajadi. Warung Pa Oyen 18, yang disebut berdiri sejak 1954, menjadi salah satu tempat yang mempertahankan tradisinya.

4. Es Doger

Es doger memadukan es serut, santan, susu kental manis, sirup, tape, kelapa, dan roti. Rasa manis, gurih, serta sedikit asam dari tape menjadi cirinya. Minuman ini masih mudah ditemukan, baik dari pedagang keliling maupun penjual tetap.

5. Es Cincau

Es cincau disajikan dengan es, gula merah atau sirup, serta santan maupun susu. Sederhana dan menyegarkan, minuman ini hadir dalam berbagai variasi tanpa bergantung pada merek atau kedai tertentu.

Kuliner yang Menjadi Identitas Bandung

Es cendol, goyobod, oyen, doger, dan cincau membuktikan bahwa kuliner tradisional tetap memiliki tempat di tengah perubahan tren. 

Selain memperkuat ekonomi lokal, minuman-minuman ini juga memperkaya pengalaman wisatawan dan menjaga cita rasa Bandung lintas generasi.